Mengetes kadar gula darah foto: Stockxpert
Topik
Tes Darah Rutin Beri Peringatan Dini untuk Kanker Usus Besar
TEMPO Interaktif, Tel Aviv - Anemia, gangguan darah yang ditandai oleh rendahnya kadar hemoglobin, telah lama dikaitkan dengan mereka yang menderita kanker kolorektal atau kanker saluran cerna (usus besar). Namun para peneliti di Universitas Tel Aviv, Israel, menemukan bahwa, lebih dari satu gejala penyakit aktif, kadar hemoglobin rendah sesungguhnya dapat menunjukkan potensi kanker usus besar beberapa tahun sebelum didiagnosis.
Mahasiswa pascasarjana Inbal Goldshtein, yang bekerja dengan Dr Gabriel Chodick dan Dr Varda Shalev di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tel Aviv, mengatakan bahwa memperhatikan hasil tes darah secara rutin dapat menjadi sistem peringatan dini yang efektif untuk mendeteksi kanker usus besar, untuk segera mendapat pengobatan. "Skrining ini secara signifikan lebih baik untuk bisa mengurangi angka-angka risiko kematian akibat kanker usus besar," kata Goldshtein.
Penelitian ini, yang baru-baru ini diterbitkan dalam European Journal of Cancer Prevention, menunjukkan bahwa kebanyakan pasien kanker usus besar memiliki sejarah secara konsisten menurunnya kadar hemoglobin hingga empat tahun sebelum didiagnosis menderita penyakit ini. Sebelumnya, kata Goldshtein, peneliti hanya mencari penurunan tajam dalam kadar hemoglobin sebagai gejala kanker usus besar. Tapi Goldshtein dan rekan-rekan peneliti telah menemukan bahwa penurunan kadar hemoglobin dalam jangka panjang yang berkesinambungan dapat memberikan peringatan awal kanker usus besar. Mengamati tren penurunan lebih dari 0,28 gram per desiliter setiap enam bulan selama empat tahun, dapat berfungsi sebagai peringatan dini.
Lebih dari 3.000 pasien yang menderita kanker kolorektal berpartisipasi dalam penelitian ini. Mereka dibandingkan dengan 10.000 kasus di kelompok kontrol tanpa kanker kolorektal. Goldshtein dan rekan-rekannya melihat data darah setiap peserta selama sepuluh tahun.
Meskipun tingkat hemoglobin dapat bervariasi dalam setiap orang sebagai akibat dari penuaan, tren yang berbeda ditemukan di kalangan peserta studi yang telah didiagnosis menderita kanker kolorektal selama masa penelitian. Sekitar empat tahun sebelum diagnosis, tes darah mereka mulai menunjukkan penurunan terus-menerus pada kadar hemoglobin.
Goldshtein mengatakan, "Dalam prakteknya, dokter akan melihat hasil akhir, dan melihat apakah kadar hemoglobin berada dalam kisaran normal." Tapi, menurut dia, ini tidak cukup akurat. Ia mengingatkan, jika seseorang mengalami penurunan kadar hemoglobin secara konsisten dibandingkan dengan kadar rata-rata dia sendiri, hal itu mungkin dikhawatirkan.
ScienceDaily/NgartoF





