Sambut Ramadan, Pengemis dan Gelandangan Ditertibkan

TEMPO Interaktif, Makassar - Sebelum memasuki bulan Ramadan, Dinas Sosial Makassar akan menertibkan gelandangan dan pengemis.  Tujuannya untuk mengurangi jumlah pengemis dan gelandangan yang semakin banyak. Keberadaan mereka juga sering meresahkan masyarakat.

"Kami telah membuat tim khusus untuk penertiban ini," kata Ibrahim Saleh, Kepala Dinas Sosial Makassar selepas menghadiri acara Penganugrahan Tanda Kehormatan Satya kepada Pegawai Negeri Sipil di Ruang Pola Balai Kota Makassar, Rabu siang. 

Dia mengatakan, penertiban ditujukan kepada gelandangan, pengemis, anak jalanan dan pengamen. Dinas Sosial telah menyiapkan tiga unit mobil patroli, setiap mobil memiliki tujuh personel. "Mereka akan mengelilingi wilayah Makassar dengan 2 kali sheet," katanya.

Sesuai data Dinas Sosial, jumlah pengemis dan gelandangan pada 2008 mencapai 1.800 orang. Jumlah ini diprediksi meningkat mendekati Ramadan, dan semakin meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Dari jumlah tersebut masih terdapat 280 orang yang belum mendapatkan pembinaan dari Dinas Sosial Makassar," ucap dia.

Menurut Ibrahim, kesulitan Dinas Sosial selama ini adalah mengatasi pengemis dan gelandangan dari luar Makassar yang biasanya terus bertambah mendekati Ramadan. Tahun lalu Dinas Sosial mencatat pengemis dan gelandangan pendatang mencapai 60 orang, terbanyak dari Kabupaten Jeneponto dan Takalar.

"Dan kami prediksikan akan meningkat sekitar 70-100 orang tahun ini," kata Ibrahim.

Dinas Sosial, lanjut dia, mengupayakan penanganan pengemis dan gelandangan pendatang dengan pola pemulangan ke tempat asalnya.  "Jika bukan pola pemulangan, kami akan menggiringnya ke tempat ibadah," katanya lagi.

KAMILIA