Pemerintah Kota Surakarta Persilahkan Biro Iklan Boikot Lelang

TEMPO Interaktif, Surakarta - Pemerintah Kota Surakarta bakal menggelar lelang puluhan titik reklame pada pekan depan.

Hanya saja, lelang tersebut terancam diboikot oleh pengusaha biro di Surakarta yang menilai harga yang ditawarkan terlalu tinggi.

Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Budi Suharto menegaskan jika harga lelang reklame yang ditawarkan telah melalui kajian yang matang. "Kami telah memperhitungkan aspek lokasi, ukuran serta daya beli masyarakat," kata Budi.

Permintaan media iklan luar ruang di Surakarta juga cukup tinggi karena kota tersebut dikenal sebagai kota perdagangan.

Dia justru mempersilahkan para pengusaha periklanan untuk memboikot lelang yang akan diselenggarakan awal pekan depan. "Kami tidak bermaksud menantang para pengusaha iklan," kata Budi.

Jika pengusaha iklan lokal enggan mengikuti lelang, dia yakin jika lelang justru akan diikuti oleh perusahaan iklan dari luar daerah.

Jika ternyata biro iklan dari luar kota juga tidak berminat, Budi berjanji akan mengevaluasi harga titik reklame. "Masih ada kemungkinan untuk menurunkan harga penawaran," kata Budi.

Namun dia menegaskan jika kemungkinan untuk menurunkan harga sangat kecil, mengingat selama ini perusahaan periklanan berskala nasional masih banyak yang berminat untuk membeli titik reklame.

Terpisah, Ketua Asosiasi Perusahaan dan Praktisi Periklanan Solo (ASPPRO), Bambang Nugroho menegaskan jika biro iklan di Surakarta bakal memboikot lelang yang akan diselenggarakan. "Kami sudah tidak mampu membelinya," kata dia.

Bambang yakin, biro iklan dari luar daerah juga tidak mungkin berminat untuk membeli titik reklame di Surakarta. "Dengan harga yang sama, mereka akan memilih berburu titik reklame di Semarang atau Yogyakarta," kata Bambang.

Harga reklame di Surakarta menurutnya tidak rasional, sebab Surakarta bukan ibu kota provinsi.

AHMAD RAFIQ