Tak Bayar Iuran, Ijazah Siswa Miskin Ditahan

TEMPO Interaktif, Pamekasan-Gara-gara tidak membayar iuran selama enam bulan, ijazah Taufikurrahman siswa kelas XI SMK Negeri 1 Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, ditahan pihak sekolah.

Padahal Taufik terdata sebagai siswa miskin penerima Bantuan Khusus Siswa Miskin. "Saya kaget waktu mau ambil ijasah tidak boleh, karena ada tunggakan," kata Robi, orang tua Taufik, Jumat (6/8).

Bantuan yang diterima Taufik, kata Robi, sebesar Rp 40 ribu perbulan. Sehingga Taufik tidak perlu lagi bayar iuran karena sudah ditalangi pemerintah. Robi mengaku sempat menerima uang kelebihan bantuan Rp 40 ribu sebelum kelulusan. "Saya kecewa kenapa mesti ditahan," ujarnya.

Menurut pihak sekolah, lanjut Robi, iuran yang belum dibayar selama enam bulan, sejak Januari hingga Juni 2010 senilai Rp 240 ribu. "Waktu mau UN anak saya pernah ditanyan soal tunggakan iuran, namun sudah selesai setelah diberi tahu kalau anak saya penerima bantuan," katanya.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Pamekasan Suwendi mengaku belum mengetahui masalah tersebut. Dia berjanji akan segera menuntaskan agar Taufik bisa secepatnya mendapat ijazah agar bisa melanjutkan sekolah atau mencari kerja.

"Kemungkinan Taufik masuk siswa yang dihapus sebagai penerima karena penerima bantuan itu telah dikurangi, tapi saya belum bisa pastikan," ungkapnya.

MUSTHOFA BISRI