Topik
Ratusan Pegawai di Maros Mogok Kerja Tuntut Gaji 13
TEMPO Interaktif, Makassar - Sekitar 200 pegawai negeri di Kabupaten Maros terdiri dari guru dan pegawai kesehatan menggelar aksi mogok kerja di depan kantor Dewan Maros, pagi ini. Aksi ini dilakukan karena gaji 13 mereka belum dibayarkan, dan sejumlah hak-hak lainnya yang harus diterima masih tertunda.
Mia, salah seorang pegawai dari Dinas Kesehatan mengatakan, sudah setahun terhitung 1 Januari 2009 belum mendapatkan gaji 13 dan tunjangan beras berbentuk materi. Dikatakan, kekurangan beras tersebut sebesar Rp 7000 per kepala. Selain itu gaji 13 dan kenaikan gaji 5 persen yang disesuaikan dengan gaji pokok belum juga terbayarkan.
"Katanya dana tidak ada karena habis digunakan dalam pilkada. Saya punya gaji Rp 2 juta," kata Mia ditemui di halaman kantor Dewan.
Hal yang sama dikatakan Syamsu Alam, salah seorang guru SD Negeri 5 Panjanglingang. Dia mengatakan, gaji 13 yang dijanjikan dibayarkan pada Juli namun sampai sekarang belum juga terbayarkan. Juga termasuk kenaikan gaji sebesar 5 persen, serta tunjangan sertifikasi yang sudah enam bulan belum terbayarkan.
"Kami menuntut hak kami, ini sama dengan penyelewengan. Kami minta gaji kami diserahkan sebelum pelantikan bupati baru," kata Syamsu Alam.
Aksi para pegawai ini dilakukan dengan berjalan kaki sepanjang satu kilometer ke kantor Dewan. sambil membawa spanduk bertuliskan "Guru bukan sapi perah, maka kami akan mogok kerja. Kami bukan bere-bere". Mereka awalnya berkumpul di Masjid Al Markaz Maros.
Selama berunjukrasa, mereka melakukan sweeping terhadap pegawai lainnya dan mengajak ikut serta. Hal itu dilakukan ketika melintas di SD Negeri 5 Maros di Jalan B Daeng Lira, dan di kantor Dinas Kesehatan di Jalan Badaruddin.
Pantuan Tempo, aksi ini sempat memanas begitu massa tiba di kantor Dewan. Mereka memaksa masuk ke dalam kantor Dewan dan diterima di ruang aspirasi. Karena tidak cepat diterima, massa kesal dan sempat memecahkan kaca di ruangan aspirasi.
Setelah melakukan negoisasi, mereka akhirnya diterima oleh pimpinan Dewan, Hajjah A Ermawati Nadjamuddin, dan Hajjah Shadiqah Suwardi, serta legislator lainnya. Sampai berita ini diturunkan, pertemuan masih berlangsungdi ruang aspirasi.
ARDIANSYAH RAZAK BAKRI





