Satu Keluarga Keracunan Mie Instan

TEMPO Interaktif, Sukabumi - Diduga lantaran keracunan setelah memakan mie instan dicampur bihun, satu keluarga di Sukabumi, Jawa Barat, harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi Sukabumi, Senin (9/8). Hingga saat ini tiga orang anggota keluarga tersebut masih dalam perawatan, sementara satu orang sudah diperbolehkan pulang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, keluarga pasangan suami istri Awang dan Acah asal Kampung Solentang Desa Bojonggenteng Kecamatan Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi mengalami kritis setelah menyantap mie instan yang dicampur dengan bihun. Mereka bersama kedua anaknya mengalami muntah-muntah dan pingsan.

Menurut Acah, mie instan yang dicampur bihun itu dibeli dari warung dekat rumahnya. Hal tersebut dilakukan dengan alasan penghematan. "Mie instan dicampur dengan bihun yang harganya cukup murah," kata Acah di Sukabumi, Senin (9/8).

Namun, beberapa menit setelah memakan mie campuran tersebut, Acah mengaku merasa pusing-pusing dan mual. Ternyata bukan hanya Acah yang mengalami hal tersebut. Beberapa menit kemudian dua anaknya, Ariawan dan Isnaeni, pun mengalami hal sama dan langsung pingsan.

Hingga malam ini, tiga korban masih dirawat di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Sementara Awang sudah dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian tentang peristiwa keracunan tersebut. Menurut salah seorang tim medis dari RSUD Sekarwangi, aparat kepolisian kesulitan mencari barang bukti, termasuk bungkus mie instan. "Bungkus mie sudah dibakar oleh korban saat memasak menggunakan tungku kayu bakar," ujar petugas medis yang enggan disebutkan identitasnya ini.

DEDEN ABDUL AZIZ