Indonesia-PBB Luncurkan Strategi Kerjasama Pembangunan
TEMPO Interaktif, Jakarta -Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) meluncurkan strategi baru kerjasama PBB-Indonesia untuk pembangunan atau the United Nations Partnership Development Framework (UNPDF) 2011-2015 hari ini.
"UNPDF ini adalah rencana kerjasama operasional seluruh badan PBB. Nantinya, ini akan menjadi landasan setiap badan PBB untuk menyusun kerjasama," kata Wakil Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, Lukita Dinarsyah Tuwo saat peluncuran strategi baru tersebut di kantornya.
UNPDF yang berupa dokumen resmi tersebut disusun melalui kerjasama Pemerintah Indonesia dan PBB untuk mendukung pencapaian rencana pembangunan pemerintah yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2010-2014 dan Millenium Development Goals (MDGs).
Menurut Resident Coordinator PBB, El-Mostafa Benlamlih, fokus utama dari UNPDF tersebut adalah untuk memperkuat kesamaan dalam mengakses sumber daya, pelayanan publik, dan kesempatan ekonomi, mempromosikan partisipasi yang efektif, dan perlindungan terhadap hak orang miskin dan rentan, serta memperkuat ketahanan nasional dan lokal untuk perubahan iklim, krisis, dan bencana.
"Pada saat yang sama, penting untuk dicatat bahwa kami hanya dapat berharap untuk membuat perbedaan jika tindakan yang dilakukan secara sendiri-sendiri maupun kolektif dapat mendukung hasil yang lebih baik dalam mendukung kebijakan nasional, peningkatan kapasitas, dan kualitas program yang dilakukan," kata El-Mostafa.
Dengan UNPDF tersebut PBB juga telah berkomitmen untuk meningkatkan efektifitas pendanaan dengan cara meningkatkan koordinasi antara lembaga di bawah PBB. Menurut Lukita, UNPDF ini adalah salah suatu wujud kesepakatan untuk menjadikan MDGs sebagai komitmen nasional.
"PBB atau Indonesia tidak mengharapkan kompensasi apapun. Kalau target MDGs tidak tercapai, itu adalah konsekuensi bahwa kita tidak mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Lukita.
EVANA DEWI





