Tempo/Panca Syurkani
Pembangunan MRT Dalam Tahap Pendataan
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) sedang dalam tahap pendataan untuk penataan dan pemindahan utilitas bawah tanah yang nantinya akan dilewati kereta subway tersebut. Pendataan dilakukan untuk sepanjang rute tahap I yaitu Lebakbulus-Bunderan Hotel Indonesia.
Untuk penataan utilitas yang terdiri dari saluran pipa air minum, saluran kabel telpon, dan utilitas lainnya, PT MRT Jakarta menargetkan akan menyelesaikannya hingga akhir 2010. Sehingga awal tahun 2011 dapat segera dilakukan tender pemindahan utilitas dan diharapkan rampung pada September 2011.
"Pembangunan fisik MRT Tahap I dimulai pada akhir 2011 atau awal 2012, jalur sepanjang 15,5 kilometer dengan total 13 stasiun dengan 7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah. Dengan demikian jalur itu harus bebas dari utilitas bawah tanah agar tidak mengganggu jalannya pembangunan dan mengganggu warga Jakarta yang menggunakan utilitas tersebut sebagai kebutuhan sehari-hari," ujar Rahmadi, Direktur Teknik PT MRT Jakarta saat dihubungi wartawan, Minggu (15/8).
Rahmadi menambahkan bahwa dari pendataan tersebut, akan dibuat desain penataan dengan menggolongkan utilitas tersebut menjadi dua klasifikasi. Klasifikasi ring 1, untuk utilitas yang tidak boleh dipindahkan dan ring 2 untuk utilitasi yang boleh dipindahkan.
Seperti pada kawasan Pejompongan terdapat saluran pipa air bersih milik PAM Jaya, Itu tidak boleh dipindah, karena itu kami akan buat konstruksi untuk mengganjal saluran pipa air itu sehingga kita bisa membangun jalur rel MRT dan stasiun bawah tanah Bendungan Hilir,? jelasnya.
Sedangkan untuk klasifikasi ring 2, akan diidentifikasi milik siapa utilitas tersebut dan pihak mana yang akan memindahkannya. Artinya pemindahaan utilitas tersebut bisa dilakukan sendiri oleh pemiliknya atau dilakukan oleh PT MRT.
Setelah tender pemindahan utilitas selesai, kemudian eksekusi pemindahan akan langsung dilakukan. ini dilakukan karena seluruh masalah utilitas harus sudah selesai semua pada September 2011 dan pembangunan fisik MRT Tahap I tetap dapat dimulai pada akhir 2011 atau paling lambat awal 2012.
RENNY FITRIA SARI