Mantan Wapres Jusuf Kalla bersama mantan Menhan GAM Zakaria Zaman, Mantan Panglima GAM Muzakir Manaf (kiri) ,Delegasi RI untuk Helsinski Farid Husein (paling kanan) dan Director Facta Finlandia Juha Chriestensen (tengah)pada peringatan 5 tahun perdamaian Aceh RI di Hotel Fourseason, Jakarta, Minggu (15/8)..Tempo/Tony Hartawan
Topik
Infografis
Kalla Tak Mau Ada MoU Helsinki Berikutnya
TEMPO Interaktif, Jakarta - Eks Wakil Presiden Jusuf Kalla mengutarakan keinginannya terkait dengan peringatan 5 tahun perjanjian perdamaian Aceh (MOU Helsinki). "Kita tidak mau nanti ada MoU berikutnya untuk selesaikan masalah, mudah-mudahan ini yang terakhir," kata Kalla saat memberikan sambutan dalam acara Peringatan Lima Tahun Mou Helsinki di Jakarta, Ahad Minggu, 15 Agustus 2010.
Kalla melihat, MOU itu merupakan tanda penegakkan kembali keadilan berbangsa. Ia menambahkan perundingan ini juga memiliki tiga buah gambaran. "Pertama itu menjadi kewajiban bagi kita untuk melaksanakan konstitusi, kedua ini menjadi pendekatan yang bermartabat dalam menyelesaikan kasus dan ketiga ini adalah kasus di antara kita sendiri,"katanya.
Dalam acara peringatan tersebut juga turut dihadiri ketua umum Muhammadiyah Din Syamsudin, jajaran menteri seperti Menkopolhukam Joko Suyanto, menteri BUMN Mustafa Abubakar, Sofyan Djalil, Juha Christensen, Tengku Malik dan juga Usman dari juru runding perdamaian RI-GAM.
MOU yang ditandatangani tepat 5 tahun yang silam di Helsinki merupakan perjanjian yang dilakukan antara pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka. Konflik berkepanjangan yang telah berlangsung sejak tahun 1976 tersebut akhirnya diselesaikan melalui MOU Helsinki setelah sebelumnya juga dilakukan berbagai perundingan.
Ririn Agustia





