Semburan Gas Metana Keluar dari Sumur Panti Asuhan Jatirejo

TEMPO Interaktif, Sidoarjo - Semburan gas metana disertai air dan pasir (bubble) kembali keluar dari bekas sumur di Panti Asuhan Jetirejo Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (19/8). Para penghuni panti asuhan ini terkejut dengan semburan bubble tersebut. "Semburannya tiba-tiba membesar," kata pengelola Panti Asuhan, Masrukh.

Mereka khawatir semburan tersebut berbahaya karena mengeluarkan gas metana yang menyengat dan menyesakkan dada. Menurutnya, semburan bubble tersebut merupakan bubble lama yang kembali aktif. Semburan tersebut terhenti sejak lama, namun kembali menyembur dan semakin membesar. Ketinggian semburan mencapai 3-5 meter.

Sumur tersebut awalnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi penghuni panti asuhan dan masjid yang terletak di depan panti asuhan. Akibat semburan tersebut, para penghuni khawatir terjadi ledakan atau kebakaran. Untuk itu, mereka sangat berhati-hati dan tak berani menyalakan korek api dan menjauhi percikan api.

Juru bicara Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo, Ahmad Zulkarnaen mengatakan tim geo hazard tengah diturunkan untuk melokalisir semburan. Petugas memasang pipa dan mengalirkan semburan air bercampur pasir ke saluran air. Sedangkan gas metana dilepaskan ke udara bebas untuk menghindari kebakaran. "Warga sementara jangan mendekati semburan tersebut," katanya.

Dalam pantauan petugas BPLS menyebutkan gas metan yang keluar dari bubble tersebut dari jarak sekitar 15 meter mengandung Lower Explosive Limit (LEL) sekitar 50 persen. Petugas memasang garis pengaman untuk menghindari warga yang mendekat lokasi semburan. Khawatir, jika bubble tersebut berbahaya dan meledak atau terbakar.

EKO WIDIANTO