foto

Kali Krukut di Pejompongan Jakarta. TEMPO/Dimas Aryo

Awal 2011, Pengerukan 13 Sungai di Jakarta  

TEMPO Interaktif, Jakarta -Rencana Pemerintah DKI Jakarta untuk mengeruk 13 sungai pada akhir Desember 2010 akhirnya molor. Proyek Pengendalian Banjir di Jakarta ini akhirnya baru akan terlaksana pada awal 2011.

Molornya program ini karena Pemerintah Pusat belum selesai membuat payung hukum yaitu penerbitan revisi satu dari dua aturan hukum tentang pengucuran dana pinjaman untuk proyek Jakarta Urgent Flood Migitation Project (JUFMP) sebesar Rp 1,5 triliun atau 150 juta dollar Amerika. Proyek ini merupakan kerjasama antara pemerintah DKI dengan Bank Dunia.

Program JUFMP menurut Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo sudah mendekati tahap finalisasi yaitu tinggal pelaksanaan pengerukan 13 sungai. “Semua persyaratan itu sudah kita setujui. Sekarang kita maju ke tahap bagaimana melaksanakan proyek pengendalian banjir ini,” kata Fauzi Bowo usai bertemu dengan Mr. Stephen F Lintner dari The World Bank di Balaikota DKI, Jakarta kemarin.


Untuk revisi aturan hukum yang telah selesai adalah Peraturan Pemerintah (PP) No. 2 tahun 2006 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman dan/atau Penerimaan Hibah serta Penerusan Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri. Sedangkan penyelesaian revisi PP No. 54 tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah molor dari target semula yaitu Juni 2010. Sekarang, pemerintah pusat menargetkan revisi PP tersebut akan rampung pada Oktober 2010.

Ke-13 sungai yang akan dikeruk itu adalah Kali Mookevart, Angke, Pesanggrahan, Grogol, Krukut, Baru Barat, Ciliwung, Baru Timur, Cipinang, Sunter, Buaran, Jatikramat, dan Cakung.

RENNY FITRIA SARI