TEMPO/Panca Syurkani
Warga Sekitar 13 Kali Diminta Pindah
TEMPO Interaktif, Jakarta -Pemerintahan DKI Jakarta meminta agar komunitas warga yang ada di sepanjang 13 sungai yang hendak dikeruk awal 2011 untuk segera pindah. Selain itu, pemerintah juga meminta warga sekitar sungai untuk merawat lingkungan di sekitarnya.
“Rencana ini sangat penting, karena setelah proyek ini selesai, maka harus ada yang merawatnya. Sehingga perlu ada perubahan pola pikir masyarakat, seperti jangan lagi membuang sampah sembarangan,” ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Balai Kota kemarin.
Pengerukan 13 sungai merupakan program JUFMP atau Proyek Pengendalian Banjir di Jakarta. Program ini merupakan kerjasama antara DKI Jakarta sebagai pelaksana dan Bank Dunia sebagai penyandang dana.
Ke-13 sungai yang akan dikeruk itu adalah Kali Mookevart, Angke, Pesanggrahan, Grogol, Krukut, Baru Barat, Ciliwung, Baru Timur, Cipinang, Sunter, Buaran, Jatikramat, dan Cakung.
Fauzi menjelaskan bahwa seiring dengan dilakukannya pengerukan sungai juga akan membangun infrastruktur pelengkap dan perbaikan kualitas lingkungan. Hal itu dilakukan agar warga tidak lagi mengkonsumsi air kotor atau menggunakan air tanah secara berlebihan.
Sedangkan mengenai relokasi warga di bantaran kali, Fauzi menegaskan akan berdasarkan pada panduan relokasi yang dituangkan dalam Resettlement Policy Framework (RPF). “RPF ini akan segera kita tanda tangani,” ujar Fauzi.
Relokasi akan dilakukan sebelum pengerukan akan dilakukan. Artinya, sebelum proyek dimulai akan dilakukan pendekatan kepada warga agar mau pindah dengan sukarela. Bagi warga yang memiliki KTP DKI, maka akan disediakan tempat tinggal di rumah susun. Bagi warga berKTP non DKI akan diberikan kompensasi yang layak.
RENNY FITRIA SARI





