Berita Terkait
Pers Diminta Dorong Perdamaian di Perbatasan RI-Timor Leste
TEMPO Interaktif, Kupang - Komandan Korem 161/Wirasakti, Kupang, Kolonel (Arh) I Dewa Ketut Siangan, meminta insan pers yang bertugas di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste untuk tetap menjaga perdamaian antara kedua negara.
"Pers atau media massa hendaknya mendorong terciptanya kondisi yang aman dan kondusif di wilayah perbatasan RI-Timor Leste dan bukannya memperuncing kondisi perbatasan," kata Danrem pada diskusi terbatas yang difasilitasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kupang dan AJI Indonesia di Atambua, Minggu (22/8).
Menurut dia, persoalan yang kerap terjadi di perbatasan RI-Timor Leste adalah masalah tiga titik batas yang hingga kini belum dituntaskan antara kedua negara. Selain itu, rendahnya akses perbatasan, sumber daya manusia, penegakan hukum, eskploitasi sumber daya alam dan sosial ekonomi masyarakat yang masih lemah. "Ada beberapa isu aktual yang sering terjadi di perbatasan seperti aspek geografis dan demografi," katanya.
Untuk menjaga keamanan di perbatasan, lanjutnya, insan pers atau media massa hendaknya memberikan pemberitaan yang bersifat membangun dalam menjalankan fungsi kontrolnya. "Pers jangan memperuncing kondisi perbatasan tapi ikut menjaga kondisi perbatasan sehingga tetap kondusif," katanya.
Sementara itu, Wakapolres Belu, Komisaris Simson Kolis, mengatakan aparat TNI dan Polri terus berupaya menjaga keamanan di perbatasan sehingga tidak banyak menimbulkan persoalan.
Namun, diakuinya, dengan panjang perbatasan 149,1 kilometer ini membuka ruang terjadinya kegiatan ilegal karena cukup banyak jalan tikus sehingga sulit bagi aparat melakukan pemantauan. "Selama ini kita tetap mengawasi para pelintas ilegal, tapi karena begitu banyak jalan tikus menyebabkan kita kesulitan memantau," katanya.
YOHANES SEO





