abc.net.au
Pemerintah Klaim Triliunan Rupiah ke Montara
TEMPO Interaktif, Jakarta -Menteri Perhubungan, Freddy Numberi, mengatakan klaim Indonesia untuk The Montara Well Head Platform terkait tumpahan minyak kilang Montara di Laut Timor, Nusa Tenggara Timur, akan mencapai triliunan rupiah.
Saat ini, pemerintah tengah meneliti secara rinci jumlah klaim tersebut sebelum diajukan ke Montara. Kementerian Perhubungan telah membuat data secara lengkap dan valid. Secara keilmuan pun data tersebut dapat diuji oleh perusahaan tersebut.
"Jika perusahaan akan menggunakan konsultan untuk mengecek kebenaran data itu, kami berani. Karena data yang kami miiki valid," kata Freddy seusai bertemu Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan dan beberapa menteri membicarakan soal insiden penangkapan petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan di Teluk Bintan, di Jakarta, hari ini (23/8).
Freddy mengatakan, pada hari ini tim advokasi dari Indonesia akan merundingkan lagi data tersebut sebelum dibawa ke Montara besok. "Kami lembur untuk mempersiapkan ini," kata Freddy sebagai Ketua tim perunding Indonesia untuk kasus Montara.
Klaim akan langsung ditujukan kepada Montara, bukan ke pemerintah Australia. Sebab, Australia pun juga terkena imbas terhadap tumpahan minyak itu. " Australia juga akan menuntut perusahaan dan Montara pun harus mengganti rugi," ujar dia.
Freddy mengatakan, format klaim yang dibuat untuk kasus Montara sama halnya dengan klaim pada kasus di Batam.
Sebelumnya, kilang Montara meledak pada Agustus 2009 akibat minyak mentah di kilang itu tumpah dan mencemari Laut Timor. Pencemaran Laut Timor pada 2009 meluas ke perairan di sekitar Kabupaten Rote Ndao hingga ke Laut Sawu terutama sekitar Kabupaten Sabu Raijua dan pantai selatan Pulau Timor. Masyarakat di kawasan yang terkena tumpahan minyak mentah tersebut mengalami kerugian.
SUTJI DECILYA





