indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Simpan Foto Bugil Pembantu, Ketua Fraksi Demokrat Jombang Digugat Cerai Istri

Simpan Foto Bugil Pembantu, Ketua Fraksi Demokrat Jombang Digugat Cerai Istri

TEMPO/Dwi Narwoko

TEMPO Interaktif, Jombang -Kepergok menyimpan foto bugil pembantu rumah tangganya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat, Ahmad Tohari, 44 tahun, kini menghadapi gugatan cerai istrinya. Foto bugil perempuan bernama Nita Safitri, 28 tahun, itu disimpan di telepon genggam Tohari.

Sang istri, Endang Ekowati, 43 tahun, meradang begitu mengetahui perbuatan suaminya ini. Karena tak tahan sakit hati, ia melayangkan gugatan cerai ke pengadilan agama setempat.

“Sepertinya foto itu dipotret berulang-ulang di hotel. Foto ini akan saya jadikan bukti di pengadilan,” kata Endang.

Sebenarnya, gugatan cerai ini sudah masuk ke pengadilan bulan kemarin. Gugatan Endang itu sudah di respon oleh pihak Pengadilan Agama, dan sudah disidangkan pada 18 Agustus kemarin dengan cara mediasi.

Sidang kedua, kata Endang, akan digelar pada 24 November nanti. Endang mengaku sudah telanjur sakit hati dengan suaminya itu. Dia benar-benar ingin mengakhiri hubungan sah dengan suami yang memberinya dua anak itu. Yang bikin hatinya miris, suami yang dinikahinya dua puluh tahun lalu itu dengan tegas mengakui perbuatanya.

Endang menuturkan, sebenarnya pada tahun 2003 perbuatan bejat suaminya sudah diketahi. Ia ketahuan main mata dengan Nita, warga asal Nganjuk itu. Namun, dia dan suaminya setuju untuk mempertahankan rumah tangga. Bahkan pria kelahiran Ngawi ini berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Namun janji tinggal janji. Tohari kembali mengulangi kekhilafanya tujuh tahun lalu itu. Dia terbukti kembali menjalin hubungan cinta dengan Nita. Bahkan ia memasukkan Nita menjadi anggota keluarga, yang tercatat dalam kartu keluarga (KK). Jika malam tiba, Endang juga kerap memergoki suaminya masuk ke kamar pembantu seksinya itu.

"Saya sudah tidak kuat dengan penderitaan ini. Makanya saya minta cerai," urainya dengan berkaca-kaca. Sementara itu, ketika dihubungi ke nomor telepon selulernya, Ahmad Tohari tidak mau mengangkatnya. Pesan pendek pun tak dibalas.

Sedangkan Ketua DPRD Jombang, Bahana Bela Binanda, ketika dihubungi mengaku sudah mendengar kabar tentang itu. Hanya saja, terkait sanksi dia belum bisa memutuskan karena belum ada laporan secara formal."Jika ada laporan kita akan menindak lanjutunya sesuai dengan prosedur," ujarnya singkat.

MUHAMMAD TAUFIK

Komentar (85)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
1
Itulah yang namanya Aib...yang ada dalam rumah tangga seharusnya tak pantas dipublikasikan apa lagi hingga menyebar keluar...bagi mereka yang hobinya membuka aib dan menjelek-jelekkan orang itu adalah makanan yang melezatkan...untuk berbuka puasa...sehingga puasanya menjadi tidak bernilai..
0
0
wah ini namanya kucing clutak...
0
0
hahahaha :)
0
0
kirim aja tuh anggota dewan di perbatasan RI-MALAYSIA...jadikan umpan peluru senapan nya malaysia
0
0
pembantu aja di embat, apa lg rakyat... bagi2 dong pak!!!.. klo msh ada stock pembantu yg yahud..hehehehe
Selanjutnya
Wajib Baca!
X