foto

Sidak daging. TEMPO/Fully Syafi

Daging Sapi di Blitar Bercampur Babi

TEMPO Interaktif, Blitar -Razia yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Kota Blitar menemukan potongan daging babi diantara tumpukan daging sapi.

Masyarakat diminta berhati-hati saat membeli daging di pasar tradisional. Pemeriksaan daging sapi ini dilakukan tim gabungan dari Dinas Indag, Dinas Pertanian, dan Dinas Kesehatan untuk meredam kekhawatiran masyarakat.

Selama ini konsumen khawatir akan maraknya daging oplosan yang banyak terjadi di sejumlah daerah. Hal ini terbukti ketika petugas menemukan potongan daging babi yang tersembul diantara tumpukan daging sapi di pasar Templek, Blitar.

Daging babi tersebut terlihat disamarkan dengan daging sapi agar tidak dikenali pembeli. “Ini apa,” tegur Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Yeti Novita sambil menunjuk daging tersebut, Rabu (25/8).

Sang penjual pun terlihat gugup sambil menarik daging tersebut. Selanjutnya dia meletakkan di tempat yang cukup jauh dengan tumpukan daging sapi.

Sikap pedagang seperti itu menurut Yeti sangat merugikan konsumen muslim. Sebab tidak semua pembeli bisa membedakan daging sapi dengan babi jika sudah dikuliti.

Apalagi daging tersebut sudah dipotong-potong dan dicampur menjadi satu seperti yang ditemukan di Pasar Templek.

Untuk menghindari kekeliruan pembeli, petugas meminta para pedagang memasang tulisan atau label tentang jenis daging yang dijual. Jika masih membandel, petugas akan menutup lapak mereka hingga para pedagang bersedia mematuhi aturan tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Mudjiadi berencana memisahkan lapak pedagang daging babi dengan sapi.

Saat ini rencana tersebut tengah dikoordinasikan dengan Dinas Pasar untuk mengelompokkan pedagang. “Kalau bercampur potensi kecurangannya besar,” kata Mudjiadi.

HARI TRI WASONO