foto

TEMPO/Arnold Simanjuntak

Menteri Sosial Himbau Masyarakat Tidak Beri Uang ke Pengemis

TEMPO Interaktif, Karanganyar - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri menghimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang ke pengemis yang datang ke rumah-rumah. Saat puasa dan jelang Hari Raya Idul Fitri, biasanya banyak pengemis yang berkeliling ke rumah-rumah warga. “Kalau dikasih uang, tidak mendidik juga. Kalau terus saja meminta-minta, mereka tidak mau kerja,” kata dia kepada wartawan, di sela silaturahmi Ramadan di Karanganyar, Jumat (27/8) sore.


Menurutnya, memang ada yang kondisinya sangat miskin sehingga terpaksa meminta-minta ke masyarakat. Tapi di sisi lain, ada yang sebenarnya orang mampu, tapi karakternya miskin. “Dia sebenarnya cukup. Tapi kesempatan cari uang,” katanya.

Karakter seperti orang miskin itulah yang, menurut Menteri Salim, harus diubah. Masyarakat harus terlibat di dalamnya dengan tidak sembarangan memberi uang ke pengemis yang datang. 

Penyelesaian banyaknya pengemis saat puasa dan jelang Lebaran dikatakannya harus dengan cara persuasif, terutama bagi anak jalanan. “Jangan dengan razia, tidak bagus. Lakukan dengan santun,” harapnya. 

Selain itu, perlu ada pendekatan kepada para orang tua, agar tidak membiarkan anaknya turun ke jalanan untuk mengemis. Orang tuanya juga diupayakan dapat lapangan kerja. Kalau bekerja, kata dia, Insya Allah masalah semacam ini selesai.

Untuk pembagian zakat fitrah, dia meminta tidak dilakukan dengan cara berkelompok di satu tempat. Menteri meminta perorangan atau lembaga yang akan membagikan zakat, memberikannya secara langsung di rumah si penerima. 

Si pembagi zakat mendata siapa-siapa saja yang berhak mendapat zakat. Kemudian, petugas yang mengantarkan zakat ke rumahnya. “Saya lebih setuju dengan cara seperti itu,” pungkasnya. 

UKKY PRIMARTANTYO