foto

Pasar Murah untuk PNS Pemkab Madiun, Jawa Timur (27/8). ANTARA/Fikri Ali

Pegawai Negeri di Madiun Rebutan Beras Murah  

TEMPO Interaktif, Madiun -Para pegawai negeri sipil (PNS) dari berbagai kantor dan instansi di Madiun, Jawa Timur berebut 4.000 kilogram beras kualitas sedang yang dijual dengan harga Rp 4.000 per kilogram.

Mereka tampak antusias membeli barang-barang kebutuhan pokok. “Lumayan karena selisih harganya sekitar 15-25 persen dibanding harga di toko-toko. Apalagi beberapa harga sembako sekarang naik,” kata Indah, salah satu PNS Pemkab setempat.

Untuk membeli barang, setiap para pegawai itu harus membeli kupon dan pembeliannya tetap dibatasi. “Jatah kupon disesuaikan dengan jumlah pegawai di setiap satuan kerja atau dinas. Yang membagi kupon adalah pihak satuan kerja masing-masing,” ujar Kepala Bidang Kerja Sama, Pemasaran, dan Investasi, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pariwisata (Disperindagta) Kabupaten Madiun, Agung Budiarto.

Menurutnya, dalam pasar murah ini, tidak ada subsidi harga seperti halnya pasar murah yang diperuntukkan bagi keluarga miskin. “Tidak ada subsidi tapi kami meminta ke distributor agar memberikan harga grosir,” ucapnya.

Para pegawai berharap pasar murah ini bisa sedikit membantu memenuhi kebutuhan pokok di tengah bulan puasa. Pasar murah ini juga dianggap ganti dari tidak diberlakukannya Tunjangan Hari Raya (THR) di lingkungan pemerintah kabupaten setempat.

Dalam pasar murah ini, berbagai harga kebutuhan pokok dijual lebih murah di bawah harga pasar seperti beras yang dijual dengan harga Rp 4.000 per kilogram, lebih murah dari harga di pasaran yang mencapai Rp 6.000 per kilogram.

Begitu juga gula pasir yang dijual Rp 7.500 per kilogram, lebih murah dari harga pasaran yang mencapai Rp 9.200 per kilogram.

Minyak goreng kemasan dijual Rp 7.500 per liter, lebih murah dari harga pasaran yang mencapai Rp 10.000 per liter.

ISHOMUDDIN