Fadel Berharap Jepang Bantu Percepat Proyek Pelabuhan Ikan

TEMPO Interaktif, Makassar - Menteri Perikanan dan Kelautan, Fadel Muhammad berencana mendapatkan bantuan dana dari Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk melanjutkan pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara Untia. Dia berharap juga keterlibatan pihak swasta.

"Kita tidak bisa harapkan dari APBN karena akan lambat dan dana kita tidak kuat," kata Fadel dalam kunjungannya di lokasi pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara di Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya, Makassar, siang ini.

Fadel mengatakan JICA dipilih karena selama ini Jepang memiliki banyak kepentingan di bidang perikanan dengan Indonesia dan bersedia memberikan bantuan dibawah 100 miliar. Dia juga mengungkapkan opsi lain pada kesempatan tersebut. Yaitu meminta investasi dari pihak swasta.

"Kita harus mau buka diri untuk opsi itu," ucapnya.

Menurut Fadel, dana APBN yang dialokasikan untuk pembangunan pelabuhan serupa yang ada di Indonesia sekitar Rp 200 miliar. "Ini tidak cukup karena ada banyak pelabuhan serupa lainnya di daerah lain," kata Fadel.

Ia mengatakan ada 26 daerah lainnya yang bisa mengembangkan pelabuhan perikanan. Keberadaan pelabuhan perikanan dibutuhkan, kata dia, karena merupakan hal yang penting dalam mendukung perekonomian warga.

"Kita sebut ini outer ring fishing port," kata Fadel.

Untuk mendukung transportasi menuju pelabuhan, Fadel mengatakan dananya dapat diperoleh dari APBN. "Untuk panjang jalan sekitar 3 kilometer kita butuh sekitar Rp 5-6 miliar," katanya. Pelabuhan ini diharapkan nantinya dapat membantu adanya transaksi hasil ikan laut sebanyak 150 ton per hari.

Kepala Seksi Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Kelautan Sulawesi Selatan, M Yamin mengatakan, dana yang dibutuhan untuk agar pelabuhan ini sudah dapat mulai beroperasi sekitar Rp 100 miliar.  "Dana ini dipakai untuk bangun dermaga bongkar dan infrastruktur lain," kata Yamin.

Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo mengatakan pembangunan ini perlu segera diselesaikan. "Kalau terlalu lama nanti yang sudah terbangun sekarang bisa rusak," ucapnya.

Dia mengharapkan pembangunannya dapat selesai tahun 2011. "Tidak apa-apa belum semua selesai, yang penting sudah ada yang bisa beroperasi," katanya.

FADILAH NAZIF