foto

Daging sapi. TEMPO/Prima Mulia

Konsumsi Daging Diprediksi Naik 50 Persen Saat Lebaran  

TEMPO Interaktif, Jakarta -Sudah menjadi kebiasaan di Indonesia, saat Hari Raya Idul Fitri banyak tersedia masakan dari daging. Sehingga tidak mengherankan jika konsumsi daging akan melonjak saat Lebaran tiba.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Surakarta, Jawa Tengah, Weni Ekayani memperkirakan kebutuhan daging akan bertambah antara 30-50 persen.

“Masyarakat banyak yang membutuhkan daging saat Lebaran. Terutama untuk menjamu keluarga atau tamu yang berkunjung,” jelasnya kepada Tempo, Senin (30/8).

Saat ini kebutuhan daging masyarakat Surakarta sekitar 4,1 ton per hari. Dimana 3,3 ton diantaranya dipenuhi dengan pemotongan mandiri di rumah pemotongan hewan milik dinas pertanian.

Kemudian ada 800 kilogram yang berasal dari daerah lain. “Itu untuk daging sapi,” katanya. Sementara daging ayam, kebutuhan tiap harinya mencapai 5 ribu ekor. Kebanyakan daging ayam diperoleh dari pemotongan mandiri para peternak di Surakarta dan pasokan dari luar Surakarta.

Pihaknya terus memantau ketersediaan daging di pasaran, agar tidak jadi kelangkaan. Sebab, pasokan minim bisa berakibat harga merambat naik. “Pasokan aman saja, harga bisa naik karena faktor psikologis. Sehingga kami terus memantau di pasar-pasar tradisional yang ada,” ucapnya.

Salah seorang penjual daging di Pasar Gede, Sri Suwarni mengatakan saat ini harga daging ayam Rp 25 ribu per kilogram. “Kalau pasokan aman, rasanya harga tidak akan naik saat Lebaran,” jelasnya.

Namun ketika permintaan melonjak, sementara stok terbatas, “Mau tidak mau harga naik.” Dia memperkirakan kenaikan harga daging ayam saat Lebaran maksimal Rp 30 ribu per kilogram. Penjual daging sapi, Titik, mengatakan harga daging sapi di kisaran Rp 60 ribu per kilogram.

Senada dengan Sri, harga baru akan naik ketika daging sapi yang ada tidak mencukupi permintaan konsumen. “Paling naik Rp 5 ribu, jadi Rp 65 ribu per kilogram,” katanya.

UKKY PRIMARTANTYO