abc.net.au
Montara Diberi Waktu Satu Bulan Verifikasi Klaim Indonesia
TEMPO Interaktif, Jakarta -Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan, pihaknya akan memberikan waktu selama satu bulan kepada pihak perusahaan milik Australia, The Montara Well Head, untuk memberikan verifikasi terhadap data klaim yang telah diberikan pemerintah.
"Kami hitung sampai satu bulan hingga mereka menurunkan verifikasi," ujar Freddy kepada wartawan seusai menghadiri rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Perekonomian di Jakarta, Selasa (31/8). Satu bulan, kata Freddy, terhitung mulai 26 Agustus.
Klaim tersebut terkait dengan tumpahnya minyak kilang Montara di perairan Timor, Nusa Tenggara Timur. Menurut dia, klaim yang diberikan kepada Montara sekitar Rp 22 triliun sudah sesuai dengan hitungan para ahli yang masuk dalam tim perundingan Indonesia dalam kasus tersebut.
Pihaknya telah mengambil sampel minyak yang tumpah serta air laut yang tercemar di sekitar Laut Timor untuk diteliti. Jadi, menurutnya, data yang dimiliki pemerintah sudah lengkap. "Kalau Indonesia dirugikan, kenapa harus takut mengklaim dengan dana seperti itu," ujar Freddy.
Menurut dia, hal biasa jika Montara menolak besaran klaim yang diajukan Indonesia. Sebab, klaim yang diajukan pihaknya memang terbilang besar. Namun, dengan telah menandatangani hasil perkembangan, Montara akan mempelajari dan memverifikasi data yang telah diberikan.
Freddy mengatakan, Montara harus mengganti segala kerugian akibat tumpahan minyak mentah tersebut. Sekitar 30 ribu kilometer persegi area perairan laut Timor terkena dampak dari tumpahan minyak tersebut. Warga sekitar yang kebanyakan adalah nelayan juga menderita rugi. " Jadi, mereka harus mengganti dan tidak ada alasan untuk itu."
Pada awalnya, Freddy menjelaskan, Montara memang tidak keberatan dengan besaran klaim yang diajukan pemerintah. Namun saat ini persoalan berada pada perusahaan asuransi yang menangani kasus ini. "Kalau perusahaan asuransi kan, ya tahu sendirilah, bagaimana caranya mereka tidak mengeluarkan uang," tuturnya.
Peristiwa tumpahnya minyak mentah terjadi pada Agustus 2009 lalu dan meluas ke perairan di sekitar Kabupaten Rote Ndao, bahkan hingga Laut Sawu, terutama sekitar Kabupaten Sabu Raijua dan pantai selatan Pulau Timor.
SUTJI DECILYA





