TEMPO/Fully Syafi
Topik
Hingga Agustus, Imigrasi Kupang Amankan 504 Imigran Gelap
TEMPO Interaktif, Kupang - Imigrasi Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak Januari hingga Agustus 2010 berhasil mengamankan 504 imigran gelap asal Timur Tengah yang hendak mencari suaka ke Australia.
"Sebanyak 504 imigran tersebut ditangkap di berbagai tempat di NTT," kata Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Hukum dan HAM NTT, Rindang Napitupulu, di Kupang, Selasa (31/8).
Jumlah imigran yang diamankan ini, menurut Rindang, mengalami peningkatan 250 persen dibanding tahun 2009 yang hanya mencapai 186 orang imigran yang diamankan.
Peningkatan jumlah imigran ini, lanjutnya, karena NTT selalu dijadikan daerah transit untuk mencari suaka ke Australia. "Lokasi NTT yang berdekatan dengan Australia ini menjadi salah satu alasan imigran menggunakan jalur ini," katanya.
Maraknya imigran gelap yang ditangkap di NTT menyebabkan Rudenim Kupang mengalami over kapasitas. Rudenim Kupang hanya bisa menampung 60 imigran di 10 blok tahanan yang ada. "Alasan kemanusiaan, maka kita membangun tenda bagi para imigran itu," katanya.
Salah satu kebijakan untuk mengurangi jumlah penghuni Rudenim adalah sebagian imigran dipindahkan ke Rudenim Tanjung Pinang sebanyak 60 orang, Manado 40 orang dan Denpasar 44 orang.
Sebagai langkah yang harus ditempuh untuk mengatasi over kapasitas imigran di Rudenim Kupang, tambah Rindang, pihaknya akan mengusulkan ke Kementerian Hukum dan HAM untuk memperbesar dan memperbanyak ruang tahanan. "Minimal Rudenim bisa menampung sebanyak 240 imigran," katanya.
Selain itu, lanjutnya, dibangun pusat pendidikan bagi imigran sehingga para imigran mengetahui tentang kultur dan budaya negara yang akan dituju. "Kegiatan itu juga bisa mengantispasi maraknya imigran yang kabur dari Rudenim Kupang," katanya.
YOHANES SEO





