Masyarakat Diminta Tahan Diri Soal Hari Pembakaran Al Quran
TEMPO Interaktif, Jakarta - Koordinator Gerakan Peduli Pluralisme Damien Dematra mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi menghadapi rencana hari pembakaran Alquran yang akan dilakukan satu aliran gereja kristen di Amerika. " Yang kita takutkan itu emosi masyarakat, sekarang kita rapatkan barisan sampingkan semua perbedaan,"kata Damien dalam dialog terbuka dengan Konferensi WaliGereja Indonesia, Persatuan Gereja Indonesia dan FPI di kantor KWI, Rabu 1 September 2010.
Menurut Damien, pihaknya mendapatkan informasi bahwa rencana itu tidak menunjukkan tanda dibatalkan. "99 persen akan terjadi dan mereka tidak dalam posisi mengundurkan diri,"ungkapnya.
Untuk itulah GPP mendesak pemerintah agar segera bersikap menyikapi rencana yang mungkin dapat berujung pada kekacauan antar umat. "Ini tugas pemerintah segera turun tangan supaya tidak ada lagi korban seperti tragedi kartun Muhammad yang lalu,"kata Damien.
Uskup Mandagi selaku ketua Komisi Hubungan Antar Umat Beragama dan Kepercayaan KWI juga mengecam keras rencana tersebut. "Kami kutuk rencana pembakaran oleh sekolpok umat yang menamakan diri kristen itu,"ucapnya. KWI menilai tindakan itu berniat melecehkan dan merusak simbol keagamaan yang sangat dihormati dalam agama Islam.
Senada dengan Mandagi, Uskup Andreas Yewangoe selaku ketua dari Persatuan Gereja di Indoensia turut mengecam rencana itu. "Rencana itu tidak beradab dan semestinya tindakan seperti itu sudah ditinggalkan sejak lama,"katanya.
Cendekiawan katolik, Frans Magnis Suseno yang turut hadir dalam dialog terbuka itu mengungkapkan bahwa rencana itu datang dari sebuah aliran kristen yang memang dinilai keras. "Tapi mereka hanya kelompok kecil yang tidak mengerti,"kata Frans.
Umat beragama manapun, lanjut Frans, wajib menghormati agama lain. "Karena menghina buku suci itu tidak hanya menghina satu agama itu saja tapi semua agama."ujarnya.
Sebuah aliran gereja di Florida, Amerika Serikat yang menamakan dirinya ''Dove World Outreach Centre'' yang dipimpin oleh Terry Jones menyatakan akan membakar Alquran sebagai peringatan peristiwa 11 September 2001. mereka menggunakan berbagai media seperti internet untuk menyebarkan rencana itu.
Ririn Agustia





