TEMPO/Tri Handiyatno
Topik
Pasar Murah Diperluas ke 80 Kota Hingga H-1 Lebaran
TEMPO Interaktif, Jakarta -Pemerintah menilai gelar pasar murah di lima puluh kota di seluruh Indonesia selama bulan Ramadan efektif dalam menstabilkan harga pangan. Kegiatan yang disponsori Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini akan diperluas ke 80 kota dan diperpanjang masa pelaksanaannya.
"Sudah (menghabiskan) Rp 10 miliar selama dua hari. Berjalan bagus," ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar di Gedung Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, hari ini (1/9).
Tercatat untuk penyelenggaraan sebelumnya, BUMN sudah mengadakan pasar murah di lima puluh kota dengan jumlah titik mencapai seratus tempat. "Bahan pangan dijual dengan harga 30 persen di bawah harga pasar."
Karena dirasa efektif, lanjut dia, pemerintah menginstruksikan BUMN untuk kembali melaksanakan pasar murah di lebih banyak kota. Waktu penyelenggaraan juga diperpanjang hingga mendekati Lebaran. "Akan dilakukan setiap hari di 80 kota sampai H-2 atau H-1. Titiknya digilir biar merata," kata dia.
Mustafa menilai dana BUMN yang cenderung fleksibel sanggup melayani kebutuhan masyarakat akan pangan murah dan membantu pemerintah menstabilkan harga pangan. BUMN menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk kegiatan pasar murah ini.
ANTON WILLIAM





