Bandung Kota Terpadat di Jawa Barat


TEMPO Interaktif, Bandung - Kota Bandung menjadi kota terpadat di Jawa Barat. Menurut data dari Badan Pusat Statistik Jawa Barat, tingkat kepadatan penduduk mencapai 14.228 orang per kilometer persegi. Total jumlah penduduk di kota Bandung mencapai 2.393.633 orang.

"Jumlah tersebut jauh dari angka ideal. Semestinya, setiap satu kilometer persegi jumlah penduduk adalah 1.000 orang atau 40 orang per hektar," ujar Lukman Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Barat saat konferensi pers bulanan Badan Pusat Statistik di Bandung, Jawa Barat, Rabu (1/9).

Selain kota Bandung, kota terpadat kedua adalah Kota Cimahi dengan 13.134 orang per kilometer persegi. Sedangkan daerah dengan penduduk terendah adalah Kota Banjar 175.165 orang, Kota Cirebon 295.764, dan Kota Sukabumi 299.247."Pemerintah Daerah harus segera mencari solusi, salah satunya dengan pemerataan pembangunan di daerah," kata Lukman.

Ia menyatakan, berdasarkan hasil sensus penduduk 2010, jumlah penduduk Jawa Barat mencapai 43.021.826 orang. Sekitar 21.876.572 berjenis kelamin laki-laki dan 21.145.254 perempuan."Dalam kurun waktu 10 tahun, Jawa Barat mengalami pertumbuhan penduduk sekitar 8 juta. Laju pertumbuhan dalam 10 tahun terakhir 1,89 persen," ujarnya.

Erna Sumarna Kepala Dinas Kependudukan mengakui jika penambahan penduduk Kota Bandung mengalami peningkatan. Padahal dalam sensus beberapa tahun lalu tingkat kepadatan penduduk mencapai 13.929  orang per kilometer."Paling tidak dari data yang masuk yang mengurus catatan kependudukan pada tahun 2009 lalu ada penambahan sekiatar 16.158 pendatang yang menetap atau tinggal sementara seperti mahasiswa," katanya.

Ia menegaskan, berbagi program telah dilakukan pemerintah salah satunnya dengan memfokuskan pembangunan di kawasan timur bandung."Pemerintah pun sudah mengirimkan surat kepada 10 perguruan tinggi terbesar di kota bandung untuk mendata mahasiswa dari luar daerah, agar pemerintah bisa mendapatkan data akurat dan melakukan sosialisasi kependudukan," katanya.


ALWAN RIDHA RAMDANI

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X