Nenek PRT Ditahan Panti Kedoya, Suaminya Ditipu Calo

TEMPO Interaktif, Jakarta -Nasib malang tampaknya masih terus menyertai keluarga Endis, kakek 72 tahun. Istrinya istrinya Erum, 68 tahun, disangka pengemis dan terjaring razia di Tanah Abang.

Kemarin saat hendak mengurus pembebasan istrinya, Endis justru ditipu calo yang mengaku bisa membantu membebaskan istrinya di Panti Sosial Kedoya, Jakarta Barat. Uang tabungan Rp 300 ribu milik Endis yang sehari-hari berjualan rokok raib dibawa kabur.

"Bapak mertua saya (Endis) ditipu orang yang mengaku bisa membebaskan Ibu mertua saya (Erum) kemarin sore, uang Rp 300 ribu dibawa kabur" ujar Rizal, menantu Endis, siang ini.


Peristiwa itu terjadi saat Endis sedang kebingungan mengurus pembebasan istrinya di Panti Sosial Kedoya. Saat itu Rizal dan istrinya, Yanti sedang tidur karena kelelahan di pelataran panti karena sudah dua hari mereka terpaksa menginap di sana untuk mengurus pembebasan Erum.

Seorang pria tidak dikenal datang menghampiri Endis, "Pada Bapak, pria itu mengaku bisa membantu membebaskan Ibu tapi dengan meminta uang Rp 500 ribu, Bapak hanya punya Rp 300 ribu," tutur Rizal.

Karena bingung dan putus asa tidak kunjung bisa membebaskan istrinya, Endis dengan gampang terpincut dan percaya rayuan si calo. Uang tabungan sebesar Rp 300 ribu yang dijadikan bekal selama menginap di panti itu diserahkan.

Bahkan Endis juga sempat diajak jalan-jalan pakai mobil oleh pelaku dan diturunkan di taman kota.

Saat terbangun dari tidur, Rizal dan istrinya kebingungan karena bapak mereka hilang. "Kami cari tidak ketemu, bapak sudah tua kami khawatir ada apa-apa, apalagi saat itu sedang hujan gerimis," kata Rizal.

Sekitar pukul 5 sore, Endis datang kembali ke panti menemui anaknya. "Bapak mengaku ditipu calo, dibawa dan diturunkan di taman kota," lanjut Rizal.

Sekarang karena sudah tidak lagi memiliki uang, Endis terpaksa pulang ke rumahnya di Kebon Kacang no 41 RT 12 RW 8, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Padahal sebelumnya Endis bertekat akan menginap di panti sambil menunggu istrinya berhasil dibebaskan, mengingat kondisi kesehatan Erum makin memburuk dan tertekan secara psikologi selama berada di penampungan. "Kemarin saat dijenguk, ibu sempat histeris," kenang Rizal.

Hingga hari ini, Erum masih belum juga bisa dibebaskan. Rizal mengaku masih mengurus surat kelengkapan adminitrasi di kelurahan, kecamatan dan dinas sosial DKI.

Selasa pekan lalu Erum yang merupakan pembantu rumah tangga di rumah susun Tanah Abang Blok 39 lantai 1 no 2 Jakarta Pusat, terjaring razia pengemis saat perjalanan pulang membeli lauk untuk berbuka puasa majikannya. Sejak saat itu, Erum terpaksa mendekam di Panti Sosial Kedoya.

Tragisnya, pihak keluarga dan majikan baru mengetahui bahwa Erum terjaring razia pada Sabtu pekan lalu, 4 hari setelah tertangkap. "Kami sempat panik, mengira ibu hilang, Kamis pekan lalu kami pernah laporkan ke polisi bahwa ibu hilang, ternyat hari Sabtu kami dapat informasi Ibu terjaring razia dan berada di Panti Sosial Kedoya," tutur Rizal.

AGUNG SEDAYU