foto

Sejumlah alat berat beroperasi di lahan tambang batubara di Kalimantan Timur. Tempo/ Firman Hidayat

PLN Gaet Tujuh Perusahaan Untuk Pasok Batu Bara

TEMPO Interaktif, Jakarta -PT PLN (Persero) telah menggaet tujuh perusahaan Pemegang Perjanjian Karya Perusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) baru untuk menutupi kekurangan pasokan batubara sebanyak 16 juta ton. Selama ini tujuh perusahaan tambang yang bekerja sama dengan PLN tidak dapat memenuhi pasokan tersebut yang digunakan untuk proyek 10.000 Megawatt.

"Akhirnya diputuskan kekurangan pasokan dipasok oleh tujuh perusahaan PKP2B yang sudah menyatakan sanggup untuk memasok seluruh kekurangan kebutuhan PLN," papar Direktur Energi Primer Nur Pamudji, di kantor pusat PLN,  Rabu malam (1/9).

Menurut Pamudji, secara keseluruhan dalam membangun proyek 10.000 Megawatt diperlukan batubara sebanyak 30 juta ton yang rencananya akan dipenuhi oleh tambang-tambang yang akan masuk ke PLTU tersebut. "Namun saat bulan April kami melakukan due deligence untuk lihat persiapan , ternyata kita dapati tujuh tambang tidak kunjung berkembang dari tahun lalu," jelas Pamudji.

Ketujuh pemasok lama yang tidak dapat memenuhi komitmennya itu , menurut Pamudji, paling banyak berlokasi di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan."Sebabnya karena tambang-tambang tersebut banyak mengalami sengketa tanah, atau kesulitan akses jalan sehingga tidak bisa dikembangkan," kata dia.

Mengalami hambatan tersebut, PLN kemudian melakukan lelang  enam juta ton batu bara untuk lima tahun yang akan dilakukan dalam waktu dekat. "Selain itu, kami juga mendapatkan komitmen dari 7 perusahaan PKP2B," lanjutnya.

Perusahaan-perusahaan itu umumnya memproduksi batu bara dengan
kandungan 4.200-5.000 kalori sesuai dengan spec batubara yang diperlukan dalam membangun proyek 10.000 megawatt. Rencananya, ketujuh perusahaan tersebut akan memasok mulai tahun depan dengan lama kontrak selama 20 tahun. "Saat ini kami memang belum proses kontrak, masih berupa komitmen dengan PKP2B tersebut," tambah Pamudji.

Salah satu PKP2B yang akan memasok ke PLN adalah PT Bukit Asam yang telah berkomitmen untuk memasok 9 juta ton batubara ke PLN. Mulai September ini, kata Pamudji, Bukit Asam akan memasok sebanyak 50 ribu ton per tahun. Pasokannya akan naik bertahap sampai 800 ribu ton per bulan mulai 2011.

Sayangnya, Pamudji enggan untuk menyebutkan ketujuh tambang yang tidak mampu memenuhi pasokan yang ditargetkan sebelumnya. PLN bahkan belum bisa memastikan tindakan yang akan diberikan kepada tujuh perusahaan tambang yang wanprestasi tersebut. "Nanti kami bicarakan terpisah, yang penting pasokan aman. Yang jelas ada klausul yang mengatur bagaimana tindakan yang akan dilakukan seandainya pemasok tidak dapat penuhi janji," tegas Pamudji.

Soal impor batubara yang sebelumnya disampaikan Direktur PLN Dahlan Iskan, Pamudji menjelaskan bahwa memasok batubara dari luar negeri tetaplah sebuah opsi yang akan dipertimbangkan oleh perusahaan setrum tersebut."Seandainya PLN alami kesulitan dalam batubara ini tetap jadi opsi," katanya.

Namun, , pertimbangan mengimpor batubara tersebut pastinya bukan karena alasan harga yang justru lebih mahal dibanding produksi dalam negeri. "Dalam rangka pemenuhan ketersediaan saja, supaya batubara cukup dan semua opsi harus diupayakan."


GUSTIDHA BUDIARTIE