foto

Bentrok warga dengan polisi di Leok, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Selasa (1/9). ANTARA/Imank

Brimob Diduga Todong dan Pukuli Pasien Rumah Sakit Buol  

TEMPO Interaktif, Buol - Aparat keamanan dari Brigade Mobil Palu, Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, ditengarai menodongkan senjata ke sejumlah pasien yang masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Buol.

"Polisi langsung todongkan senjatanya ke saya. Mereka anggap saya provokator," kata Amran, pasien yang sementara dirawat di rumah sakit tersebut akibat luka tembak saat kerusuhan Buol terjadi Selasa lalu.

Usai kejadian Amran langsung melarikan diri menginggalkan rumah sakit. “Saya kaget ditodong senjata,“ katanya.

Tidak hanya pasien, polisi itu juga sempat menodongkan senjatanya ke seorang perawat rumah sakit tersebut bernama Duding, 20 tahun. "Saya kaget, tiba-tiba senjata polisi ditodong ke saya," ujarnya.

Dudung mengatakan polisi yang dilengkapi senjata itu juga sempat mengejar beberapa warga yang berada rumah sakit. Akibatnya, satu orang masih dalam perawatan di ruangan ICU karena sempat tidak sadarkan diri akibat dipukuli. "Saya dipukul di dada dan di kepala hingga kepala saya terbentur di dinding," jelas Sahrudin S Rajima.

Sementara itu beberapa warga juga melihat Brimob sempat meletuskan senjatanya di halaman rumah sakit itu. Bahkan Brimob sempat menembak dinding rumah sakit.

Pelaksana tugas Direktur Rumah Sakit, Abdul Hamid Lakuntu, mengecam tindakan polisi yang mendatangi pusat kesehatan di Buol itu. "Ini pelanggaran hak asasi manusia berat. Dalam perang saja, pusat kesehatan tidak bisa dimasuki oleh siapapun," kata Hamid.

Menurut Hamid, dengan kejadian tersebut, saat ini sejumlah pasien dan perawat yang ada di rumah sakit itu merasa ketakutan. "Mereka semua mengadu ke saya. Mereka ketakutan," tutur Hamid.

Juru bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Komisaris Kahar Muzakkir, tak bisa dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut. Telepon genggamnya tidak aktif.

DARLIS