foto

TEMPO/Hamluddin



Tes Urine Supir Bus di Lebak Bulus Batal

TEMPO Interaktif, Jakarta -  Pengelola Terminal Lebak Bulus batal menggelar tes urine bagi para supir bus armada mudik yang rencananya dilaksanakan pada hari ini. Pembatalan tersebut, kata Kepala Terminal Lebak Bulus Ferdinand Karel Wowor disebabkan karena Badan Narkotika Provinsi (BNP) DKI Jakarta belum menentukan jadwal pasti pelaksanaan tes urine tersebut. “Mereka masih membahas soal kapan kepastian tes urine tersebut dilakukan,” kata Ferdinand Karel Wowor saat ditemui di kantornya, Jumat (3/9).

Menurut pria yang biasa disapa Wowor itu, sebenarnya Dinas Kesehatan DKI Jakarta sudah menginstruksikan kepada setiap pengelola terminal untuk bisa melakukan tes urine terhadap para supir pada H-7 Lebaran. “Instruksi Kepala Dinas Kesehatan seharusnya pada H-7, tapi sekarang dibatalkan,” kata Wowor lagi.

Tes urine tersebut, tambah Wowor, memang hanya bisa dilakukan pihak BNP, karena menurutnya, pihak pengelola terminal tidak mempunyai fasilitas dan kemampuan untuk melaksanakan tes tersebut. Pihak pengelola terminal, katanya lagi, hanya bisa melakukan penanganan kepada pemudik yang mengalami sakit biasa, pembiusan, atau sebagainya. “Untuk tes urine, memang hanya BNP yang memiliki fasilitas itu,” katanya.

Sementara itu, berdasar pantauan di terminal Lebak Bulus hari ini, pengelola terminal sudah menyiapkan fasilitas penunjang kelancaran arus mudik. Pada H-7 ini, sudah berdiri posko kesehatan lengkap dengan dua ambulance dari Suku Dinas (Sudin) Kesehatan Jakarta Selatan dan Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Selatan. Selain itu, juga sudah berdiri posko penunjang lain, seperti posko polisi, posko pelayanan umum Dinas Perhubungan, dan posko uji kelayakan bus. “Sampai sekarang, semua kegiatan arus mudik di sini masih lancar,” kata Wowor.

ARIE FIRDAUS