Pengobatan Jamu Segera Hadir di 12 Rumah Sakit

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pengobatan dengan jamu segera hadir di 12 Rumah Sakit di Indonesia. "Akan tersedia klinik jamu di 12 Rumah Sakit Vertikal dan Daerah mulai tahun depan," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Agus Purwadianto dalam diskusi mingguan di Kementerian Kesehatan Jumat (3/9). 


Ke-12 rumah sakit itu antara lain Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta, Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo Jakarta Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya, Rumah Sakit dr.Sardjito Yogyakarta, Rumah Sakit Orthopedi Surakarta, Rumah Sakit Sanglah Bali, Rumah Sakit Adam Malik Medan, Rumah Sakit Kandau Manado, Rumah Sakit Wahidin Makassar, dan Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. 

Selain rumah sakit, pengenalan jamu juga disebarluaskan melalui pojok jamu yang berada di tingkat Puskesmas. "Kalau untuk tingkat Puskesmas levelnya bukan untuk pengobatan, tapi untuk sehat saja," kata Agur.

Kementerian saat ini sedang mengembangkan integrasi obat tradisional (jamu) dalam layanan kesehatan dengan penetapan formularium (penetapan formula yang terbukti secara ilmiah) jamu. Targetnya, pada 2014 nanti sudah ada 20 formularium jamu. "Tiap tahun kami targetkan 5 formularium dan 2 tanaman obat tunggal diakui WHO dampak klinisnya," ujar Agus.

Salah satu upaya formularium, Agus menguraikan, adalah dengan klinik jamu di rumah sakit. "Kalau pasien dengan keluhan sama dicatat testimoninya, dengan protokol yang sama diberi terapi jamu yang sama, dan dosisnya sama, itu kan hasilnya sama saja dengan uji klinis," Agus memaparkan. Jenis penyakit yang jadi prioritas uji klinis adalah yang terbanyak diderita masyarakat, seperti diabetes, hipertensi dan asam urat.

Upaya ini, Ia melanjutkan, tentunya butuh dukungan kalangan profesi, yaitu dokter. ia mengakui memang masih ada skeptisme terhadap jamu oleh kalangan medis. Kementerian membuka kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia untuk sosialisasi soal ini.

Dianing Sari