Kendal akan Bangun Pelabuhan Terpadu Senilai Rp 7 Triliun


TEMPO Interaktif, Semarang - Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, berencana akan membangun pelabuhan terpadu. Pelabuhan tersebut akan menjadi pelabuhan niaga, ekspor impor serta pelabuhan penumpang.

Bupati Kendal Widya Kandi Susanti mengatakan, pembangunan pelabuhan merupakan mega proyek. "Setidaknya membutuhkan Rp 7 triliun," ungkapnya kepada Tempo, Jumat (3/9). Pembangunan pelabuhan ini awalnya pernah digagas Bupati Kendal Hendi Boedoro, namun terhenti.

Widya bertekad melanjutkan proyek tersebut karena diharapkan mampu membuka ribuan lapangan tenaga kerja, menghadirkan investasi serta mengangkat citra Kendal. "Kami akan mencari dana dari pihak ketiga, seperti PT Pelabuhan Indonesia dan investor dari luar negeri," kata Widya. Proyek ini juga akan mendukung pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus di Kendal yang telah dicanangkan Gubernur Jawa Tengah tahun lalu.


Berdasarkan study kelayakan yang pernah dilakukan Badan Perencanaan Pembanguan Daerah Kendal, daerah ini sangat potensial dibangun pelabuhan terpadu. Menuryt Widya, meskipun Kendal hanya berjarak 30 kilometer dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, pembangunan pewlabuhan terpadu Kendal tak masalah.

Apalagi, kata dia, pengembangan pebuhan Tanjung Emas terkendala lingkungan yang selalu rob. "Lokasi Kendal strategis. Di tengah-tengah, serta tak ada rob," ujarnya. Menurut dia, pelabuhan Kendal akan menopang aktifitas Tanjung Emas yang kerap terkendala rob.

Dihubungi secara terpisah, General Manager PT Pelabuhan Indonesia III Tanjung Emas Semarang, Bambang Subekti mengaku belum mengetahui rencana tersebut. Hanya saja, dirinya tak khawatir dengan rencana yang digulirkan Bupati Kendal. "Kalau memang mampu, silakan membangun pelabuhan," ujarnya. Menurut dia, membangun pelabuhan bukan pekara gampang.

Bambang menyatakan, jika pelabuhan terpadu di Kendal jadi terwujud, maka akan menjadi penopang Pelabuhan Tanjung Emas. "Bagaimanapun, dunia akan lebih mengenal Tanjung Emas dari pada Kendal," tukasnya.

Bambang juga memastikan, jika rencana pembangunan pelabuhan Kendal berjalan, dia yakin keberadannya masih dalam kordinasi dengan PT Pelabuhan Indonesia.

November tahun lalu, Pemerintah Propinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Kendal dan PT Pelabuhan Indonesia III, telah meneken nota kesepahaman pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus di Jawa Tengah. Kawasan tersebut akan dibangun di Kecamatan Kaliwungu, Kendal.

Pembentukan Kawasan ekonomi Khusus ini merupakan upaya tindak lanjut dari amanat Undang-Undang Nomor 39/2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus, meski pemerintah belum menerbitkan Peraturan Pemerintah yang memberlakukan undang-undang tersebut.

Sohirin


Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X