foto

Gunung Sinabung memuntahkan material vulkanik ke langit di Karo, Sumatera Utara, Indonesia, Senin 30 Agustus 2010 . (AP Photo/Roone Patikawa)

Sinabung Menggelegar Lagi

TEMPO Interaktif, Medan – Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, Jumat (3/9) pagi, kembali menggelegar. Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, yang berada di Kecamatan Naman Teran, kecamatan yang berada di lereng Sinabung, mencatat letusan Sinabung berlangsung selama 13 menit.

“Letusan terjadi pukul 04.38 hingga 04.51 WIB. Ini letusan yang terbesar dari letusan pada tanggal 30 Agustus,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono kepada Tempo Jumat siang. Letusan, lanjut Surono, tidak disertai lava. “Saya tidak melihat ada lava. Letusan, abu vulkaniknya mencapai 3.000 meter ketinggian,” sebut Surono.

Surono dan timnya masih menetapkan status awas pada warga yang bermukim di radius enam kilometer dari Sinabung. “Saya tidak berani menurunkan statusnya dari awas,” ungkap Surono.

Gejala Sinabung bakal meletus lagi, aku Surono, telah diamati sejak, Kamis kemarin. Berdasarkan pengamatannya dan tim, berawal dari intensitas gempa vulkanik Sinabung yang meningkat dibanding hembusan (kelurnya asap) dari Sinabung.

“Intensitas gempa vulkaniknya meningkat, 31 kali,” sebut Surono. Sejak 30 Agustus hingga 2 September, tim Surono, gempa vulkanik 123 kali terjadi dan 263 kali letusan (hembusan asap).

Disebutkan Surono, meningkatnya intensitas gempa vulkanik, gempa yang tidak dirasakan manusia, karena Sinabung lagi menyimpan energinya. “Energi itu disimpan dan akan dikeluarkan. Dengan letusan atau gempa,” kata Surono.

Hingga pukul 19.30 WIB, Sinabung dikatakan masa kritis. “Sinabung masa kritis. Saya sudah lapor kepada pemkab dan pemerintah pusat minta warga dievakuasi,” kata Surono. Masa kristis yang diamati tim akhirnya terjawab pada pukul 04.38 WIB, Jumat pagi. “Mudah-mudahan letusan ini telah mengeluarkan seluruh magma Sinabung,” ujar dia.

Koordinator Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi, Makmur Ginting, menegaskan tidak ada korban jiwa dalam letusan tersebut. “Kamis malam kita sudah turunkan truk untuk membawa para pengungsi yang sudah kembali ke kampungnya,” kata Makmur saat dikonfirmasi melalui telepon.

Kamis pagi, para pengungsi dari desa yang berada di radius enam kilometer, mulai meninggalkan pengungsian. “Kita dapat informasi ada warga yang sudah kembali,” sebut Makmur.

Letusan itu, kata Makmur, kembali memicu jumlah pengungsi. “Karena warga dari desa di luar radius enam kilometer juga turut menumngsi. Tapi siang ini mulai kembali,” ujarnya.

Makmur menegaskan, status awas Gunung Sinabung hanya berlaku kepada 25 desa yang tersebar di Kecamatan Naman Teran, Kecamatan Payung dan Kecamatan Tiganderket.

Soetana Monang Hasibuan