foto

sxc.hu

Pendeta Kecam Rencana Pembakaran Al Quran

TEMPO Interaktif, Makassar --Rencana aksi pembakaran Al Quran oleh sekte Dove World Outreach Center di Florida, Amerika Serikat, terus mendapat penentangan. Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Sulawesi Selatan, Pendeta USK Wijayaputra, ikut mengecam agenda yang akan digelar pad 11 September mendatang itu

"Kami tidak menyetujuai aksi pembakaran tersebut," kata Wijayaputra yang dihubungi siang tadi, Sabtu (4/9). Pembakaran kitab suci bertentangan dengan gerak perjuangan PGI selama ini. Karena itu pihaknya ikut mengecam dan memberi peringatan keras terhadap orang-orang yang akan melakukan pembakaran.

Ia juga menegaskan bahwa gereja di bawah naungan PGI tak akan melakukan perbuatan yang memicu kemarahan umat beragama. Semua umat beragama sebaiknya berusaha menjaga toleransi. Wijayaputra mengaku hidup bertoleransi itu sangat indah.

Ia mengalami sendiri di lingkungan keluarganya.  “Dari 9 bersaudara ada dua saudara saya yang beragama Islam. Nenek saya bahkan seorang kiai. Jadi saya sudah terbiasa,” tambahnya.

Hari ini pula, Hizbut Tahrir Indonesua Sulawesi Selatan menggelar aksi menentang rencana sekte Dove World Outreach Center itu. Mengambil lokasi di dekat Monumen Mandala Makassar, ratusan warga memadati sebagian ruas Jalan Sudirman.

Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia Sulawesi Selatan, Hasanuddin Rasyid,  mengajak umat beragama lain mengecam rencana pembakaran Al Quran itu. Menurut dia, aksi sensasi itu hanya menimbulkan kemarahan umat beragama, khususnya kaum muslim. Dia mengajak seluruh komponen dunia mengutuk rencana tersebut.

FADHILAH NAZIF