Masdar Farid Mas''udi. TEMPO/Imam Sukamto
Infografis
Masdar Farid: Indonesia Lebih Besar Tapi Tertinggal Dibanding Malaysia
TEMPO Interaktif, Jakarta - Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Masdar Farid Mas''udi menilai sikap Malaysia yang dipandang sebagai meremehkan Indonesia sebenarnya motivasi bagi pemerintah Indonesia untuk menjaga dan memajukan negara dalam semua aspek.
Dia mengatakan hal tersebut karena walaupun Indonesia lebih besar dan lebih kaya sumber daya alam, namun masih tertinggal jauh di belakang Malaysia.
"Saya kira ini juga merupakan motivasi bagi para pemimpin Indonesia untuk memberikan semangat dan meningkatkan daya saing rakyat mereka dan tidak mencoba untuk mengintimidasi orang lain," kata Masdar kepada Bernama, Ahad (5/9).
Masdar mengemukakan hal tersebut mengomentari konflik antara Indonesia dan Malaysia menyusul insiden perbatasan laut kedua negara di dekat Pulau Bintan, Kepulauan Riau, pada 13 Agustus lalu.
Dalam insiden itu tujuh nelayan Malaysia ditahan oleh pemerintah Indonesia, sementara sebelumnya polisi laut Malaysia menangkap tiga petugas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia karena diduga melanggar batas perairan teritorial masing-masing.
Meskipun mereka ditahan namun kemudian dibebaskan setelah muncul protes keras masyarakat Indonesia. Kalangan aktivis Indonesia terus menunjukkan kemarahan mereka terhadap Malaysia dengan melakukan demonstrasi dan menuntut permintaan maaf. Pemerintah Indonesia juga ditekan untuk mengambil sikap tegas terhadap Malaysia atas masalah perbatasan kedua negara.
Pemerintah Indonesia dan Malaysia pada Senin (6/9), dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral di Kota Kinabalu, Malaysia, membahas sejumlah masalah krusial antara lain menyangkut batas wilayah. Diharapkan pertemuan tersebut menjadi titik balik untuk mendinginkan eskalasi hubungan kedua negara yang belakangan ini memanas.
THE STAR l BASUKI RAHMAT






Web via