Topik
Muhaimin Berharap Karyawan dan Manajemen Krakatau Harmonis
TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar berharap manajemen dan karyawan PT Krakatau Steel menciptakan hubungan industrial harmonis. Selain itu, dia meminta agar pelaku hubungan industrial mengutamakan kepentingan bersama dalam proses produksi.
Hal tersebut dikatakan Muhaiman setelah menyaksikan penandatangan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara manajemen PT Krakatau Steel dan Serikat Karyawan Krakatau Steel (SKKS) periode 2010-2012, Jumat, 3 September, di Cilegon, Banten. “Perjanjian ini memiliki peranan dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, berkeadilan, dan bermartabat,” ujarnya dalam dalam siaran pers, Minggu (5/9).
Dia meminta, perusahaan dan karyawan melaksanakan dan mengimplementasikan secara konsisten perjanjian kerja bersama. “Jika terdapat perbedaan penafsiran, saya harapkan agar dikembalikan kepada naskah yang disepakati,” kata Muhaimin.
Direktur Utama Krakatau Steel Fazwar Bujang menyatakan, kesepakatan PKB sangat membantu rencana perusahaan untuk melaksanakan revitalisasi dan modernisasi peralatan.Beberapa proyek revitalisasi dan modernisasi yang sedang dijalankan, adalah penggunakan sistem ledakan tanur (blast furnace) untuk peleburan baja secara bertahap. “Cara ini lebih efisien dalam penggunaan energi dan ramah lingkungan," ujarnya.
Proyek lainnya, kata Fazwar, Krakatau memulai pelaksanaan pembangunan pabrik baja plat dengan lebar lebih dua meter bekerjasama dengan Posco, Korea Selatan. "Kami juga telah merampungkan pekerjaan modernisasi peralatan untuk pabrik di hulu sampai hilir. Bahkan untuk industri di hulu stelah proses tersebut akan mampu memproduksi 2,5 juta ton dari 2 juta ton per tahun," katanya. Sedangkan modernisasi industri hilir diharapkan rampung pada 2012.
ALI NY