foto

Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang. ANTARA/Yudhi Mahatma

PLN Tambah Pembangkit Berdaya 55.484 MW Hingga 2019

TEMPO Interaktif, Jakarta -PT PLN Persero sampai 2019 akan menambah jumlah pembangkit listrik di seluruh Indonesia hingga mencapai 55.484 Megawatt (MW).  Menurut Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN Nasri Sebayang rata-rata penambahan pembangkit listrik per tahun adalah  5.500 MW.

“Sebagian penambahan pembangkit berasal dari PLTU,” kata Nasri saat Peluncuran buku Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2010-2019 di kantor PLN pusat hari ini (6/9).

Dari total penambahan pembangkit tersebut,  Nasri  menjelaskan, 31.958 MW berasal dari pembangkit PLN dan  23.525 MW berasal dari Independent Power Producer (swasta). Dari total 31.958 MW itu PLN akan menambah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 16.421 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi  575 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap 6.447 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Gas 3.825 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel  303 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hydro 66 MW, dan Pembangkit Listrik Tenaga Air  4.321 MW.

Sedangkan IPP mendapat jatah menambah Pembangkit Listrik Tenaga Uap 16.276 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi 5.415 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap 550 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Gas 100 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel  22 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hydro  201 MW, dan Pembangkit Listrik Tenaga Air 962 MW.

Menurut Nasri, penambahan pembangkit terbesar dalam sepuluh tahun kedepan berada di wilayah operasi Jawa Bali yang mencapai 36.222 MW, disusul Indonesia Barat 12.365 MW dan Indonesia Timur 6.896 MW.

Dari sisi pengembangan transmisi dan distribusi, Nasri melanjutkan, direncanakan hingga  2019 dapat terbangun 43.455 Kms jaringan transmisi dengan pertambahan kapasitas trafo/Gardu Induk mencapai 116.722 MVA. Sedangkan  untuk Jaringan Tegangan Menangah (JTM) akan mencapai 172.459 Kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 236.835 Kms, dan kapasitas trafo distribusi bertambah hingga 33.412 MVA.

Dengan adanya tambahan pembangkit ini, PLN memprediksikan  jumlah pelanggan setrum pelat merah ini untuk sepuluh tahun ke depan meningkat. “Pada lini distribusi ke pelanggan, diprediksi dalam sepuluh tahun ke depan akan terdapat pertambahan jumlah pelanggan yaitu sebanyak 25,9 juta,” ucapnya.

Untuk proyeksi kebutuhan investasi sampai dengan 2019  sebesar US$ 97,1 miliar atau rata-rata US$ 9,7 miliar per tahun yang total investasi untuk pembangkit adalah US$ 70,633, transmisi US$ 15,195, distribusi US$ 11,274. "Dari total investasi itu sekitar 30-40 persennya berasal dari IPP, sisanya PLN dan pemerintah," ujarrnya.

 

DANANG WIBOWO