foto

Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Sengkang, Sulawesi Selatan. TEMPO/Irmawati

PLN Butuh Investasi Listrik US$ 9,739 Pada 2011

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT PLN (Persero) mentargetkan investasi listrik sebesar US$ 9,739 miliar pada 2011. Menurut Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN, Nasri Sebayang,  investasi tersebut naik sekitar 19 persen dari total investasi tahun ini yaitu  US$ 8,122 miliar.

“Untuk mencapai apa yang kita targetkan pertumbuhan ketenagalistrikan harus bisa terpenuhi rata-rata 9 persen setahun,” kata Nasri usai peluncuran Buku Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2010-2019 di Kantor Pusat PLN hari ini.

Pada 2011, untuk menambah pembangkit , kata Nasri,  investasi yang dibutuhkan sebesar US$ 6,605 miliar. PLN dan perusahaan swasta IPP (Independent Power Producer) berencana akan menambah pembangkit 6.247 Megawatt (MW) di seluruh Indonesia.  PLN akan menambah sebesar 4.985 MW sedangkan IPP 1,262 MW. Untuk transmisi target investasinya adalah sebesar US$ 2,045 dan untuk sektor distribusi investasi ditargetkan sebesar US$ 1,087 miliar.

Nasri menambahkan, dana investasi tersebut Itu didapat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Rencananya pendanaan juga akan didapat dari pinjaman pemerintah, Pinjaman Hutang luar negeri (PHLN), dan pinjaman dari  Asian Development Bank (ADB), Bank Dunia, dan Japan International Cooperation Agency (JICA). “Pokoknya macam-macamlah,” kata Nasri.

PLN tidak sendiri dalam mencari dana investasi. Nasri menuturkan IPP juga akan mencari sumber pendanaan sendiri untuk menambah pembangkit. “IPP punya kesempatan membangun, mengembangkan, dan mendapat bantuan pinjaman darimana-mana,” katanya.

DANANG WIBOWO