foto

Sarung Motif Kombinasi dan Jaquard. TEMPO/Gilang Mustika Ramdani

Sarung Motif Kombinasi dan Jaquard untuk Lebaran Kali Ini  

TEMPO Interaktif, BANDUNG - Bagi lelaki yang ingin mengenakan sarung saat salat Id lebaran kali ini sudah menentukan pilihan motif kain tenun ini seperti apa? Kalau belum menemukan tipe yang pas atau bosan dengan koleksi sarung motif kotak-kotak, sarung motif kombinasi dan jaquard-timbul bisa dilirik.

"Untuk lebaran ini sarung jaquard-timbul muncul," ungkap Yosie Hendrajaya, pemilik toko busana muslim Singapore di Jalan Otista No. 220, Bandung, ketika berbincang-bincang dengan Tempo, Sabtu (4/9).

Terbuat dari sutera spunsilk, si tenun ini digemari lelaki sekitar 30-40 tahun. Soal tekstur, rupanya jaquard menampilkan aksen timbul. Pada sisi-sisi lengkungan motifnya diberi aksen helaian benang tenun yang sengaja menyembul.

Kalau yang lebih eksklusif itu, "Jenis kombinasi," tutur Hendra.

Motif kombinasi menyajikan corak timbul, songket, dan gunungan sekaligus. Dalam permainan bidang horizontal, tenunan songket dan corak-corak tenun timbul itu diselang-seling. Di bagian bawah sarung diberi gunungan - permainan corak bernuansa seperti gunung.

Pada bagian celah songket, ada area kain sarung yang dibiarkan plain memunculkan tenunan dasarnya begitu saja. Sementara pada celah timbul itu diisi dengan permainan tenun yang sengaja ditonjolkan. Jadi, permukaannya tidak serata kain tenun biasa. Umumnya, tekstur timbul memunculkan bentuk-bentuk seperti kotak-kotak kecil.

Pilihan warna untuk sarung-sarung dengan kisaran harga Rp 700.000 - Rp 1 juta tersebut cenderung tak gemar dengan nuansa mencolok. Warna dominan sarung yang digemari pembeli di antaranya hitam, putih, dan hijau. Disamping warna-warna itu, ada juga maroon, biru, dan cokelat.

Kalau remaja atau usia sekitar 20 tahun, rupanya menggandrungi tenun polos putih pada lebaran kali ini. Beberapa di antaranya masih ada juga yang memilih motif kotak-kotak.

Sejak minggu kedua Ramadan, toko yang berdiri sejak 1974 ini mulai ramai dikunjungi pembeli yang belanja perlengkapan fesyen Idul Fitri. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, "Biasanya kalau malam takbiran bakal penuh banget," ujar Ajidin, pegawai toko.

Pasalnya, sarung mulai harga Rp 30.000 sampai jutaan pun ada. Jadi, semua kalangan dan usia bisa berburu ke sini.

Di hari biasa, Toko Singapore buka mulai pukul 08.00-21.00 WIB. Spesial untuk malam takbiran, toko ini tutup pukul 00.00 WIB.

Bagi sebagian orang yang penasaran dengan hiruk-pikuk malam hari raya umat Muslim itu, berdesakan belanja sarung boleh juga dicoba ya. Hhhmmm...


GILANG MUSTIKA RAMDANI