AP/Hasan Jamali
Topik
Ribuan Barel Minyak Mentah Medco Dicuri
TEMPO Interaktif, Jakarta -PT Medco E&P Indonesia mengaku kehilangan ribuan barel minyak mentah di Blok SSE dan Blok Rimau, Sumatra Selatan. Diduga sekelompok pencuri yang terorganisir dan terlatih telah mencuri minyak mentah di kawasan tersebut.
Senior Manager Relation Divisions PT Medco E&P Indonesia Aditya Mandala menjelaskan, aksi pencurian tersebut terendus sejak Juni 2010 lalu. Saat itu Medco kerap mendapatkan laporan produksi yang kurang dan tidak seperti biasa. Curiga dengan hasil yang selalu kurang, akhirnya Medco melakukan pemeriksaan dan bekerjasama dengan aparat setempat untuk menyelidiki kejadian yang sebenarnya.
"Lalu sekitar akhir Juli kami berhasil menangkap lima orang pelaku yang tengah membawa lari minyak mentah melalui jalan darat dengan menggunakan truk,"papar Aditya, Senin (6/9).
Namun Medco belum bisa memastikan total jumlah minyak mentah yang hilang akibat kejadian tersebut. "Tapi pastinya saat tertangkap dan ketahuan waktu itu, mereka telah membawa kabur sekitar 2.000 barel," kata Aditya.
Aksi tersebut dilakukan oleh kelompok pencuri dengan melubangi pipa yang berada di bawah laut, dan disambung dengan pipa milik si pencuri untuk kemudian dialirkan
ke tangki-tangki yang mereka miliki. "Lalu nanti dibawa ke sungai dengan menggunakan perahu, dan dilanjutkan dengan truk yang sudah menunggu," katanya.
Dalam aksi tersebut, kata dia, menurut beberapa laporan yang masuk, dilakukan oleh orang-orang yang terkadang menyamar menggunakan seragam pihak-pihak
yang memperoleh akses untuk memasuki blok minyak. Sehingga para penjaga percaya mereka itu petugas yang melakukan pemeliharaan rutin.
Aksi pencurian yang kini berada di pihak yang berwenang, menurut Aditya, merupakan modus baru yang diduga melibatkan kelompok pencuri yang professional dan terdapat penadah besar yang menampung minyak-minyak hasil curian tersebut. "Yang pasti kami telah menambah personel keamanan untuk berjaga dan telah lapor ke polisi serta BP Migas," tegas Aditya.
GUSTIDHA BUDIARTIE





