Ratusan kapal penangkap ikan merapat di kawasan cold storage Pulau Tarakan, Kalimantan Timur. Jaminan ketersediaan listrik membuat kota pulau itu memiliki penampungan ikan dengan pendingin dan pabrik pengalengan ikan. TEMPO/Gunawan Wicaksono
PLN Bangun Kabel Atas Laut Berbiaya US$ 240 Juta
TEMPO Interaktif, Jakarta -PT PLN (Persero) berencana membangun kabel atas laut (Overhead Crossing) yang akan menghubungkan pasokan listrik ke pulau Jawa dan Bali. Pembangunan kabel tersebut, diperkirakan akan menelan biaya sekitar US$ 240 Juta.
"Nantinya kabel tersebut bisa membawa listrik hingga 1.800 Megawatt ke Bali," kata Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN Nasri Sebayang ketika dihubungi via telepon , Selasa (7/9).
Kabel atas laut yang berkekuatan 500 kV HVAC tersebut akan dibangun dalam dua tahap dan selesai pada 2015 mendatang. Menurut Nasri, kabel tersebut akan dipasang dan dihubungkan dari gardu-gardu yang berada di Paiton , Banyuwangi dan Gilimanuk.
Tahap pertama pembangunan kabel diperkirakan akan selesai pada 2012 mendatang.Dalam tahapan tersebut, PLN akan membangun dua menara setinggi 376 meter yang masing-masing berada di Jawa dan Bali.Kemudian, PLN mengoperasikan transmisi 150 KV yang sudah ada agar bisa masuk ke gardu induk Gilimanuk, Bali. "Sehingga Jawa dan Bali dapat pasokan listrik sebesar 300 Mw dalam waktu singkat," Jelas Nasri.
Apabila tahap pertama pembangunan tersebut selesai, lanjut dia, maka dengan penambahan pasokan listrik dari kabel bawah laut yang telah tersedia dengan daya 160-200 MW. Diperkirakan pasokan dari Jawa ke Bali bahkan bisa menyentuh angka 460-500 MW pada saat itu.
Untuk pembangunan kabel tahap dua, perusahaan setrum negara tersebut akan membangun kabel yang menghubungkan Paiton langsung ke Bali, dan diperkirakan selesai pada 2015 mendatang.
GUSTIDHA BUDIARTIE





