Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. ANTARA/Widodo S. Jusuf
Topik
Presiden: Prajurit Tidak Boleh Kritik Atasan
TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan prajurit TNI terikat dengan sumpah prajurit. Sumpah itu menyebut prajurit harus tunduk dan patuh kepada atasan masing-masing.
“Bagi prjaurit aktif, tidak ada kritik untuk menyerang atasan,” kata Presiden Yudhoyono dalam pidato di depan wartawan dan pemimpin media massa di Istana Negara malam ini (8/9). Meski atasan itu orang sipil, maupun atasan organik di kesatuan masing-masing. “Karena (bila mengkritik) bertentangan dengan sumpah prajurit,” katanya.
Penjelasan Presiden Yudhoyono ini terkait artikel di sebuah media massa yang ditulis oleh Kolonel Adjie Suradjie awal pekan lalu. Tulisan itu mengkritik kepemimpinan Presiden Yudhoyono yang diangggap lembek menghadapi kasus korupsi. Adjie saat ini masih tercatat sebagai perwira menengah di Staf Operasional Markas Besar TNI Angkatan Udara.
Presiden tidak akan mengambil tindakan terkait tulisan Adjie itu. Menurutnya Kepala Staf TNI AU Marsekal Imam Sufa''at, Panglima TNI Djoko Suyanto, dan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro yang paling berhak melakukan tindakan langsung. “Tindakan terhadap Adjie bukan domain saya,” ujarnya.
Presiden juga mengingatkan prajurit TNI yang lain agar tidak coba-coba masuk ke dalam wilayah politik praktis. Saat ini, katanya, redormasi TNI sudah bergulir, dan TNI harus netral. Ia mencontohkan seorang panglima perang di Afganistan yang harus dicopot dari jabatannya karena memberi komentar yang bisa membahayakan hubungan negara lain. “Yang menentang netralitas TNI harus dicegah,” katanya.
MUSTAFA SILALAHI | EKO ARI






Web via