foto

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. ANTARA/Widodo S. Jusuf

Presiden Instruksikan Kepala Daerah untuk Waspada Bencana

TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan para pemimpin negeri bahwa Indonesia berada di lempeng tektonik rawan gempa dan memiliki banyak gunung berapi yang aktif.

“Mulai saat ini gubernur dan wali kota saya instruksikan untuk terus membangun kewaspadaan bencana,” katanya di depan wartawan dan para pemimpin media massa di Istana Negara malam ini (8/9).

Bila terjadi bencana, katanya, dapat ditanggulangi dengan cepat untuk mengurangi jumlah korban jiwa dan materi. Selain kepala daerah, Presiden telah menginstruksikan kepada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika agar dapat mendistribusikan kabar yang penting. Semcam gempa yang terjadi berpotensi tsunami atau tidak. “Pendek kata, kita harus bersiap diri,” katanya.

Instruksi ini terkait meletusnya Gunung Sinabung di Tanah Karo, Sumatera Utara. Presiden Yudhoyono mengaku pemerintah kecolongan karena selama 400 tahun gunung ini tidak pernah meletus. “Tidak ada catatan ilmiah yang lengkap terkait Gunung Sinabung,” katanya. Bencana Sinabung ini, katanya, menjadi pelajaran untuk mengantisipasi bencana di masa depan. “Indonesia rawan bencana,” katanya.

Karena itu Presiden bersama jajarannya sedang mengkaji kembali karakteristik gunung-gunung berapi di Indonesia. Mereka yang dilibatkan, adalah pakar vilkanologi dan gempa. Pertemuan ini dilakukan tiap bulan secara rutin. Sejauh ini, belum ada pakar yang memastikan kapan gunung-gunung berapi di Indonesia, khususnya Sinabung, akan berhenti meletus. “Kajian karakater gunung-gunung berapi ini dilakukan secara serius,” katanya.

MUSTAFA SILALAHI | EKO ARI W