Topik
Cina Paling Menarik untuk Investasi Energi Terbarukan
TEMPO Interaktif, London -Cina mengambil alih posisi Amerika Serikat sebagai negara yang paling banyak menarik proyek-proyek energi terbarukan. Berdasarkan data yang dirilis Kantor Akuntan Global, Ernst & Young, Cina telah menjadi negara yang paling menarik untuk investasi proyek tenaga angin dan tenaga surya.
"Cina memiliki semua keuntungan dari permodalan, keinginan dari pemerintahnya dan pasar yang besar," kata Ben Warren, Kepala Penasehat Lingkungan dan Infrastruktur Energi, Ernst & Young. "Kami berharap Cina dapat mempertahankan posisi dominannya."
Sebagai konsumen energi terbesar di dunia, negara Asia itu telah menetapkan target dapat menghasilkan 15 persen listriknya berasal dari energi terbarukan pada 2020. Nilai untuk mencapai target tersebut hampir dua kali lipat dari subsidi konsumen untuk pembangkit tenaga dari energi terbarukan pada semester kedua tahun lalu yang mencapai US$ 545 juta.
Pada kuartal kedua 2010, Cina telah menarik US$ 11,5 miliar pada aset pembiayaan untuk teknologi bersih. Nilai tersebut lebih tinggi dari yang berhasil ditarik oleh Eropa dan Amerika Serikat. Hal itu lantaran regulasi yang mendukung investasi di Cina yang telah dimulai sejak 2003. Regulasi diantaranya terkait dengan akses permodalan, ketersediaan lahan, perencanaan hambatan, subsidi serta akses ke jaringan listrik.
Salah satu contoh dukungan diberikan oleh China Development Bank Corp. Bank telah menyetujui pinjaman sebesar US$ 17 miliar untuk perusahaan-perusahaan energi terbarukan di Cina. Perusahaan itu adalah Yingli Green Energy Holding Co., Suntech Power Holdings Co. dan Trina Solar Ltd., yang merupakan perusahaan energi surya terbesar di Cina.
BLOOMBERG | EKA UTAMI APRILIA