Pasar Bunga Rawabelong, Jakarta. TEMPO/ Aditia Noviansyah
Lebaran, Omzet Bunga Rawabelong Capai Rp 11 Miliar
TEMPO Interaktif, Jakarta -Di Lebaran tahun ini, penjualan aneka bunga potong meningkat sekitar 30 persen dibanding tahun lalu. "Tahun lalu agak sepi omzetnya hanya Rp 9 miliar. Tahun ini diprediksi sampai Rp 11 miliar," kata Kepala Pasar Bunga Rawabelong, Mulyadi, kepada Tempo di kantornya, hari ini.
Menurut Mulyadi, omzet tersebut dihitung untuk penjualan selama 3 hari mulai dari H-3 Lebaran (7/9) hingga hari ini di H-1 Lebaran. Puncak penjualan sendiri sudah terjadi sejak kemarin malam hingga pagi subuh tadi. "Tetapi tetap omzet tahun ini belum bisa mencapai tahun 2008 yang ramai sekali lebih dari Rp 12 miliar omzetnya," katanya.
Untuk normalnya di hari-hari biasa penjulan hanya mencapai Rp 100 juta. "Masa Ramadhan juga cenderung sepi. Cuma kemarin sebelum Ramadhan bunga tabur untuk ziarah banyak laku," kata Mulyadi.
Jenis bunga yang paling dicari pembeli adalah sedap malam. Selama tiga hari sudah terjual sekitar 120 ribu tangkai. Harga jualnya pun dinaikkan menjadi Rp 4 ribu per tangkai untuk yang biasa. Sedang yang super bisa dijual hingga Rp 7 ribu per tangkai. Padahal bunga yang biasa digunakan sebagai pengharum ruangan dan penghias makam ini biasa dijual dengan harga Rp 1.000 - 1.500 per tangkainya.
Selain sedap malam, lanjut Mulyadi, bunga lain yang laku dicari adalah anggrek vanda Douglas yang berwarna ungu, aneka jenis mawar, gerbera, gladiol dan aster. "Bunga-bunga ini juga naik harganya karena kebutuhan selama Lebaran memang biasanye meningkat," katanya.
ARYANI KRISTANTI