TEMPO/Subekti
Topik
Penjualan Emas Lebaran Tahun Ini Turun 40 Persen
TEMPO Interaktif, Jakarta -Menyambut Lebaran, banyak orang biasanya mendatangi toko emas untuk membeli perhiasan. Seakan sudah menjadi tradisi, masyarakat akan merias tubuh dengan aneka jenis perhiasan emas saat bersilaturahmi di hari yang fitri.
Namun, tahun ini penjualan perhiasan emas Lebaran melesu dibandingkan tahun lalu. Bahkan beberapa pedagang emas mengeluhkan penjualan tahun ini merupakan yang paling sepi selama lima tahun terakhir. "Omzetnya dibanding tahun lalu menurun 30-40 persen. Tahun ini sepi benar sejak Ramadhan," kata Zaenal, pedagang emas di toko Sumber Jaya Pasar Palmerah Jakarta Barat kepada Tempo, Kamis (9/9).
Zaenal menambahkan normalnya di dua terakhir puasa omzet toko emasnya lebih dari Rp 200 juta. Tetapi tahun ini diprediksi tidak sampai Rp 150 juta. "Kemarin agak lumayan bisa 90 jutaan, tetapi hari ini sepi udah siang aja baru jual sekitar Rp 10 jutaan," katanya.
Menurut Zaenal, penyebab utama penurunan penjualan emas adalah menurunnya daya beli masyarakat dan semakin mahalnya harga emas. "Sekarang emas per gramnya yang 40 persen (18 karat) Rp 180 ribu, yang 70 persen (22 karat) Rp 280 ribu, yang 75 persen (emas putih) Rp 290 ribu dan yang 90 persen lebih (24 karat) Rp 350 ribu. Itu belum sama ongkos pembuatannya," katanya.
Dalam pantauan Tempo, jual beli emas di Pasar Palmerah di H-1 Lebaran ini memang tidak terlalu ramai. "Biasanya saya ajak 12 orang bantuin jualan itu juga ada yang tidak terlayani. Pembeli datang terus ga berhenti. Tetapi sekarang pegawai saya saja banyak yang ngganggur karena ga ada yang beli," keluh Zaenal.
ARYANI KRISTANTI