foto

Pong Haryatmo. TEMPO/Hendra Suhara

Pong Gagal Beri Kado SBY  

TEMPO Interaktif, Jakarta -Pong Hardjatmo hari ini membawa "kado" untuk merayakan ulang tahun ke-61 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kado yang dibawa dalam bentuk spanduk bertuliskan "Semoga bisa jujur, adil, dan tegas". Sayangnya, niat Pong yang ingin mengikatkan spanduk di depan pagar Istana dilarang oleh petugas keamanan.

Saat dihubungi hari ini (9/9) Pong mengaku sudah merencanakan ingin mengatakan hal tersebut kepada Presiden semenjak beberapa waktu lalu. Namun usaha Pong menemui Presiden kerap kali tidak mendapat persetujuan dari sekretaris Presiden. "Beberapa kali saya SMS ke sekretarisnya tapi katanya nanti akan diagendakan. Tapi udah berapa kali diagendakan terus," kata Pong melalui sambungan telepon.

Lantaran melihat tindakan Presiden SBY yang dinilai semakin monoton, dia pun berinisiatif ingin memberi ucapan tersebut agar Presiden SBY bisa melihat pesan aksinya itu. Sayang niat itu gagal karena tak diizinkan petugas keamanan. "Ternyata lewat depan pagar saja tidak boleh, apalagi mau masang spanduk. Jelas engga bisa, padahal kalau di Inggris bahkan bisa minta foto dengan yang jaga istana."

Karena itulah Pong terpaksa membawa pulang spanduk tersebut. Ia hanya berharap Presiden tetap dapat membaca dan melihat dari pemberitaan di media. "Mungkin nanti akan dipasang di DPR, mungkin di pagar belakang," kata dia.

Aksi tersebut, kata Pong, dipicu dari kekesalannya melihat gaya kepemimpinan SBY yang monoton dan terlihat seperti masih seperti kampanye. Dia pun meragukan model kepemimpinan tersebut dapat berubah. "Apalagi melihat anak buahnya, mulai dari menterinya, jajaran DPR dari partainya, mereka bisanya berdalih saja. Itu yang menjerumuskan SBY," katanya.

Ia mencontohkan soal rencana pembangunan gedung mewah DPR. "Kok Demokrat tidak melarang," katanya. Padahal rakyat kita masih ada yang terinjak-injak saat pembagian sembako gratis, belum lagi sekolah-sekolah di daerah banyak yang kondisinya memprihatinkan.

Contoh lainnya, kata dia, soal bencana meletusnya Gunung Sinabung. "Apa ada anggota DPR yang dapil Sinabung datang ke sana?" ujarnya. Seharusnya, kata dia, para anggota Dewan asal daerah itu langsung merespons dan mengunjungi masyarakat yang terkena musibah itu.

MUTIA RESTY