Kamis, 09 September 2010 | 15:42 WIB
GPP Masih Terus Coba Berbicara kepada Terry Jones
TEMPO Interaktif, Jakarta - Koordinator Gerakan Peduli Pluralisme, Damien Dematra mengatakan pendeta geraja aliran ''Dove Outreach Center'', Terry Jones, bersembunyi menjelang rencana hari pembakaran al-qur''an pada 11 September mendatang. “Dia ketakutan sendiri jadinya menghilang,”kata Damien saat dihubungi Tempo, Kamis (09/11).
GPP, lanjut Damien, masih terus berusaha berbicara dengan Terry Jones melalui bantuan kantor berita Internasional BBC. Namun, sampai saat ini usaha itu belum membuahkan hasil. “Tidak ada yang tahu dia dimana tapi kita terus berupaya sampai sebelum hari H-nya” katanya.
Terry Jones dalam konferensi persnya di Amerika Serikat Rabu lalu waktu setempat menyatakan tidak akan mundur dari rencananya itu, meski dikutuk oleh banyak pihak di seluruh belahan dunia. Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono juga turut mengecam aksi itu dengan mengirimkan surat kepada Presiden Barack Obama.
Melihat banyaknya bermunculan kecaman dari berbagai petinggi negara, Damien merasa lega. “Tekanan yang kita lakukan telah berhasil bangunkan mereka semua,” ujarnya.
Dengan begitu, kata dia, rencana kegiatan pembakaran Al-quran diharapkan dapat dihentikan walaupun Wali Kota Florida telah menyatakan mereka tidak bisa melarang aksi tersebut. “Selanjutnya kita serahkan kepada mereka yang punya kapabilitas dan wewenang yang besar untuk bisa menghentikannya,” tutur Damien.
Ia melanjutkan, ketika juru bicara gedung putih menyebutkan bahwa isu ini sudah menjadi isu keamanan nasional. Dengan begitu, kata Damien, ini juga bisa disebut sebagai tindakan teror dan sudah seharusnya rencana Terry ini dicekal pemerintah Amerika.
GPP selama ini berkampanye dengan menemui sejumlah organisasi massa Islam untuk tidak terpengaruh oleh rencana Terry Jones tersebut.
RIRIN AGUSTIA