Sigap Membersihkan Masjid Istiqlal

TEMPO Interaktif, Jakarta -Dahim, 27 tahun, terlihat serius memunguti sampah dan menyapu halaman depan masjid Istiqlal. Walau terlihat beberapa titik peluh, Dahim tampak menikmati pekerjaannya. "Saya bersyukur bisa kerja di rumah Allah," kata Dahim kepada Tempo, hari ini.

Seberapapun gaji yang diterimanya, Dahim bersyukur penghasilan itu cukup menghidupi istri dan satu anaknya. "Ndak etis kalau nyebut nilai tapi cukup lah ndak harus kerja tambahan," kata pegawai yang baru dua tahun bekerja di salah satu masjid terbesar di Indonesia ini.

Bertinggal di Depok, Dahim sudah mampu membeli sepeda motor sebagai kendaraannya. Bersama dengan 54 rekannya petugas kebersihan di Istiqlal, ia sudah menginap sejak kemarin malam. "Setiap ada even besar, kami pasti menginap. Karena sejak jam 2 pagi kami sudah mulai membersihkan, menyapu, dan mengepel," katanya.

Setelah sholat dan khotbah selesai, mereka pun terlihat membersihkan dan merapikan kembali mesjid yang memiliki lima lantai ini. "Kami harus mempersiapkan kembali untuk sholat Jumat," katanya.

ARYANI KRISTANTI