Barang bukti kasus penyuntikan tabung gas elpiji 12 kg dan 3 kg di Madiun (26/7). TEMPO/Ishomuddin
Harga Elpiji 3 Kilogram Akan Disetarakan dengan 12 Kilogram
TEMPO Interaktif, Jakarta -Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono mengatakan, harga elpiji tabung 3 kilogram akan disetarakan dengan harga elpiji tabung 12 kilogram. Ini satu opsi untuk mengurangi disparitas harga elpiji.
Disparitas harga dianggap salah satu penyebab secara tidak langsung potensi ledakan tabung gas. Karena disparitas itu, menyebabkan sejumlah pihak meraih keuntungan dengan mengoplos tabung 3 kilogran ke tabung 12 kilogram.
Agung melanjutkan, jika penyetaraan harga itu dilakukan, masyarakat akan mendapat kompensasi. "Dengan diberikan BLT, uang tunai langsung, bantuan langsung LPG namanya," kata Agung usai mengikuti open house di Istana Negara, Jumat (10/9).
Namun rencana penyetaraan itu tidak dilakukan dalam waktu dekat untuk mengurangi beban masyarakat yang sudah terlalu berat sekarang. "Bagaimana pun kita berpandangan enggak ada kenaikan apa-apa dulu saat ini, kasihan rakyat," ujarnya.
Kemungkinan penyetaraan harga dilakukan tahun depan. Menurut Agung, opsi penyetaraan harga elpiji masih akan dikaji perkembangannya dan kondisi masyarakat. "Kalau keadaan membaik enggak ada apa-apa lagi ya mungkin kita pertimbangkan," katanya.
Pemerintah, ujarnya, saat ini fokus pada sosialisasi penggunaan tabung dan pengawasan penggunaan tabung elpiji.
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah belum memutuskan opsi soal disparitas harga elpiji. "Belum diketok, kita rincikan dulu sampai prima," ujarnya. Meski dia mengatakan saat ini pemerintah sudah memiliki dua opsi namun masih tahap pengujian.
EKO ARI WIBOWO





