foto

Penumpang turun dari bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, pada masa Arus Balik, Selasa (14/9). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memprediksi, jumlah pendatang baru yang memasuki Jakarta pada arus balik Lebaran kali ini sekitar 60 ribu orang atau lebih sedikit dibandingkan tahun lalu yang sebanyak 69.554 orang. TEMPO/Seto Wardhana

Bekasi Tidak Batasi Pendatang Baru  

TEMPO Interaktif, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, tidak membatasi pendatang baru yang ingin tinggal dan mencari pekerjaan seusai Idul Fitri."Silahkan datang asalkan punya keterampilan," kata Wali Kota Bekasiu Mochtar Mohamad, Rabu (15/9).

Menurut Mochtar, Pemkot Bekasi tidak membatasi para pendatang, terutama bagi mereka yang ingin jadi penduduk Kota Bekasi. Mochtar mengaku mengambil kebijakan itu karena paham Kota Bekasi merupakan tujuan urbanisasi.

Menurut dia, daya pikat utama Kota Bekasi karena kota ini memiliki pertumbuhan industri yang sangat besar. Di Bekasi, ada sekitar 800 perusahaan besar dan sedang yang bergerak di berbagai bidang produksi, seperti tekstil, sandang pangan, baja, dan garmen. Ada jutaan orang tenaga kerja yang bekerja di kota ini.

Keuntungan dari industri ini, kata Mochtar, pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi akan berjalan bagus. "Jadi, kami tidak akan melakukan pembatasan warga pendatang baru," katanya.

Jumlah penduduk Kota Bekasi pasca libur Lebaran tahun 2010 dipastikan akan bertambah. Pada 2009 lalu, jumlah penduduk naik 10 persen atau sebesar 130 ribu orang dari total 2,1 juta jiwa penduduk. Saat ini penduduk Bekasi 2,5 juta jiwa.

Hamluddin